BI menahan Suku Bunga, Apa artinya Bagi Anak Muda?

Mahasiswa Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sazkia Ananda Irwan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ketika mendengar berita bahwa Bank Indonesia menahan suku bunga, mungkin sebagian dari kita langsung merasa bahwa hal tersebut cukup jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, kalau diperhatikan, kebijakan suku bunga sebenarnya cukup dekat dengan kita, terutama sebagai anak muda yang mulai belajar mengatur keuangan sendiri.

Pada September 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di angka 5,75%. Bagi sebagian orang, angka tersebut mungkin hanya terlihat seperti angka biasa di berita ekonomi. Namun, keputusan ini dapat memengaruhi berbagai hal, mulai dari pinjaman, cicilan, tabungan, hingga keputusan seseorang dalam menggunakan uangnya.
Contohnya, ketika seorang anak muda ingin membeli kendaraan dengan sistem cicilan atau memulai usaha kecil dengan tambahan modal dari pinjaman, tingkat suku bunga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Semakin besar biaya pinjaman, tentu semakin matang pula perhitungan yang harus dilakukan agar cicilan tidak justru menjadi beban di kemudian hari.
Tidak hanya soal pinjaman, suku bunga juga berkaitan dengan keputusan kita dalam menyimpan atau mengelola uang. Kita mungkin mulai bertanya, apakah lebih baik menabung, berinvestasi, atau menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan lain. Menurut saya, hal seperti ini justru penting mulai dipahami sejak muda karena keputusan kecil dalam mengatur keuangan bisa berpengaruh terhadap kondisi finansial kita ke depannya.
Di sisi lain, keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga juga tidak dibuat begitu saja. Bank Indonesia perlu mempertimbangkan berbagai kondisi, seperti inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi. Jadi, kebijakan tersebut bukan hanya tentang angka suku bunga, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kondisi ekonomi tetap stabil.
Menurut saya, anak muda tidak harus menjadi ahli ekonomi untuk memahami kebijakan moneter. Setidaknya, kita perlu tahu bahwa keputusan yang dibuat Bank Indonesia dapat memiliki dampak terhadap kehidupan kita. Dengan memahami kondisi tersebut, kita bisa menjadi lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan, terutama ketika ingin berutang, menabung, atau mulai berinvestasi.
Jadi, ketika melihat berita tentang BI-Rate 5,75%, jangan langsung menganggapnya sebagai berita ekonomi yang sulit dipahami. Di balik angka tersebut, ada berbagai keputusan ekonomi yang secara tidak langsung bisa ikut memengaruhi kehidupan kita sehari-hari.
Sazkia Ananda Irwan, mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Jakarta
