Sebab Pekerja Cemas Jelang Pensiun?

Dosen Unindra - Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM - Humas ADPI - Asesor LSP Dana Pensiun - Konsultan - Dr. Manajemen Pendidikan - Pendiri TBM Lentera Pustaka - Penulis 54 buku
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Syarif Yunus tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Cepat atau lambat, setiap pekerja pasti akan pensiun. Jadwal pensiun hanya soal waktu. Tapi begitu masuk usia pensiun (55 atau 56 tahun), maka tibalah waktunya untuk pensiun. Masalahnya, banyak pekerja dilanda kecemasan menjelang pensiun. Utmanya disebabkan masalah finansial, khususnya mengenai hilangnya pendapatan tetap serta kurangnya tabungan untuk hari tua tua. Ada pula pekerja yang gelisah akibat munculnya rasa kesepian dan khawatir jadi beban bagi anak-anaknya.
Berdasarkan survei sederhana ke pekerja, ada 5 (lima) sebab pekerja cemas menjelang pensiun, yaitu:
1. Tidak punya gaji (29%). Ini sebab terbesar bagi pekerja, di mana mereka merasa cemas karena tidak akan lagi memiliki gaji atau penghasilan rutin bulanan.
2. Belum punya tabungan (21%). Pekerja cemas karena belum punya tabungan yang cukup untuk menopang hidup di hari tua.
3. Kesepian (18%). Selain masalah finansial, faktor psikologis seperti rasa sepi setelah tidak lagi aktif bekerja juga menjadi penyebab kecemasan yang cukup signifikan.
4. Merepotkan anak (8%). Ada rasa takut jika di masa pensiun akan menjadi beban bagi anak-anaknya.
5. Kesehatan (7%). Cemas akan penurunan kondisi fisik atau munculnya penyakit di masa tua.
Selain kelima sebab di atas, ada 11% pekerja yang menyatakan tidak khawatir untuk pensiun, dan 6% lainnya menjawab tidak tahu. Data ini berasal dari survei kecemasan pensiun yang dilakukan oleh Syarifudin Yunus, edukator dana pensiun DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) pada Juli 2026.
Dari aspek finansial, pekerja merasa cemas jelang pensiun akibat “belum punya tabungan" (21%) dan "tidak punya gaji" (29%). Hal ini menjadi sinyal akan pentingnya memulai perencanaan keuangan sedini mungkin, khususnya melalui DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Oleh karena itu, setiap pekerja harus bersiap diri dan mulai mencari solusi atas kecemasann jelang pensiun. Beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain:
• Audit pengeluaran. Tinjau kembali gaya hidup saat ini dan identifikasi biaya-biaya non-esensial yang bisa dialihkan ke tabungan pensiun.
• Gunakan fasilitas kantor. Pastikan mampu memaksimalkan program dana pensiun dari tempat kerja (seperti DPLK).
• Tabungan otomatis. Atur agar sebagian gaji langsung terpotong secara otomatis ke rekening khusus pensiun setiap bulan agar konsisten.
• Dana darurat. Sebelum berfokus penuh pada investasi, pastikan memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi kebutuhan tak terduga, yang seringkali meningkat seiring bertambahnya usia.
• Investasi rendah risiko. Di usia mendekati pensiun, fokuslah pada instrumen investasi yang lebih aman dan stabil (seperti deposito atau DPLK) untuk melindungi nilai pokok tabungan.
Maka, mulailah siapkan pensiun sekarang. Jangan tunda lagi agar tidak cemas di masa pensiun. Bila ingin punya DPLK, silakan daftar di aplikasi "SimPensiun". Agar kerja yes, pensiun oke. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
