Bukan Cuma Tempat Nongkrong Kopi Kenangan jadi Rumah Kedua Mahasiswa Nugas

Mahasiswa Universitas Pamulang - Jurusan Ilmu Komunikasi
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sefania Alicia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kafe zaman sekarang punya daya tarik yang menarik untuk para anak-anak muda khususnya mahasiswa. Mahasiswa yang termasuk Gen Z tidak mau ketinggalan untuk fomo dan mencoba hal baru dengan alasan supaya bisa "menikmati hidup selagi masa muda." Salah satu kafe yang menarik perhatian dengan budget yang ramah kantong adalah kopi kenangan.
Tidak heran banyak orang datang untuk nongkrong sambil menyeruput kopi ataupun melakukan kegiatan work from anywhere karena kopi kenangan, menyediakan wifi gratis dengan minimal pembelian satu minuman atau makanan random. Baru setelahnya akan mendapat struk berisi kata sandi berbeda dengan pelanggan lain untuk bisa mengakses wifi secara gratis.
Tidak banyak kafe yang melakukannya, terkadang harus masuk sebagai member tetap kafe baru bisa mengakses wifi, belum lagi membayar harga minuman yang dimana PPN-nya diluar harga asli menu, atau bahkan ada kafe yang tidak tidak menyediakan wifi sama sekali. Namun karena hal inilah kopi kenangan berani berbeda, memberika harga yang masuk akal, menyediakan tempat yang estetik dan tentu berhasil menarik perhatian pelaku WFA dan anak-anak muda.
Selain pelaku wfa, mahasiswa juga tidak kalah untuk ikut melakukan kegiatan "nugas bareng" di kafe. Alasannya berbagai macam, mulai dari mencari tempat yang tidak panas, makanan dan minuman ramah kantong, akses wifi dan cas untuk laptop dan device, serta makanan dan minuman yang tidak terlalu mahal karena pajak.
Terkadang terlalu lama mengerjakan tugas di rumah atau perpustakaan akan sangat membosankan, alasannya banyak. Tapi yang diperhatikan disini bukan masalah tempat, tapi suasana yang membangun mood mahasiswa. Apabila mengerjakan tugas di rumah tidak ada teman kuliah yang menemani kita mengobrol untuk membahas tugas yang dikerjakan, sebaliknya jika di perpustakaan akses wifi mungkin ada, tetapi tidak boleh terlalu berisik dan tidak boleh membawa makanan maupun minuman dari luar.
Sebagai generasi muda yang sedang aktifnya bergaul dan menambah relasi, butuh tempat dan suasana kondusif serta harus nyaman agar obrolan dan interaksi bersama sesamanya terasa lebih dekat. Dengan begitu, ketika mengerjakan tugas di kopi kenangan mahasiswa tertarik dan menjadikannya rumah kedua untuk berbagi kisah dengan teman-teman dan saksi perjalanannya beruang mengerjakan deadline yang menumpuk.
Alhasil dari ramainya kegiatan wfa dan nugas di kafe, beberapa outlet kopi kenangan mulai merembet dengan buka selama 24 jam area tertentu. Biasannyamahasiswa akan memesan americano khas-nya untuk menjadi teman bergadang.Banyak para pejuang skripsi atau mahasiswa tingkat akhir mulai dihantui dengan tugas yang terbatas waktu pengumpulannya, sehingga daripada mereka tertidur di rumah atau kosan lebih baik keluar mencari tempat untuk mengerjakan tugas meski harus menyiapkan uang keluar.
Tetapi selagi itu kopi kenangan, tidak masalah bagi mereka mengeluarkan uang karena difasilitas dengan baik dan nyaman oleh kopi kenangan. Perlu diperhatikan untuk tidak sering juga mengonsumsi kopi karena menurut data batas aman konsumsi kafein ialah 400 mg per-hari yakni sekitar 3-4 cangkir kopi hitam, agar menghindari gangguan kesehatan seperti sulit tidur, gangguan pencernaan, jantung yang berdebar cepat serta lainnya.
