Konten dari Pengguna

Mengasah Skill Public Speaking Anak Melalui Puisi di SDN 1 Dengkeng

Sefanya Ghaisani Hernatmadja

Sefanya Ghaisani Hernatmadja

Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sefanya Ghaisani Hernatmadja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sesi Pemaparan Materi Dasar Public Speaking & Teknik Membaca Puisi. Sumber: Dokumentasi Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sesi Pemaparan Materi Dasar Public Speaking & Teknik Membaca Puisi. Sumber: Dokumentasi Pribadi

Dengkeng, (24/07/2024) - Public speaking merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai sejak dini. Kemampuan ini tidak hanya membantu dalam menyampaikan gagasan dengan jelas, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, yang menjadi modal utama bagi anak-anak dalam berkomunikasi di berbagai situasi. Sayangnya, berdasarkan wawancara dan observasi, tingkat kepercayaan diri siswa-siswi di SDN 1 Dengkeng masih tergolong rendah. Hal ini bisa menghambat perkembangan mereka dalam aspek komunikasi dan partisipasi aktif di kelas.

Melihat pentingnya meningkatkan kemampuan public speaking, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program inovatif yang berfokus pada pelatihan public speaking di SDN 1 Desa Dengkeng. Program ini digagas oleh Sefanya Ghaisani Hernatmadja, anggota TIM II KKN Undip, dan dirancang khusus untuk siswa-siswi kelas VI dengan pendekatan yang unik yaitu melalui puisi.

Pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar public speaking dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Sefanya memulai sesi dengan memberikan materi mengenai dasar-dasar public speaking serta teknik SIAP (Suara Lantang, Intonasi Tepat, Artikulasi Jelas, dan Percaya Diri) dalam membaca puisi. Teknik-teknik ini diajarkan untuk membantu siswa memahami cara menyampaikan pesan dengan efektif dan percaya diri.

“Public speaking menjadi keterampilan yang sebaiknya dilatih sejak dini. Dengan menggunakan puisi sebagai media, saya ingin membuat pelatihan ini lebih menyenangkan dan mengurangi rasa takut anak-anak saat tampil di depan umum,” ujar Sefanya. “Pendekatan ini membantu anak-anak merasa lebih nyaman dan percaya diri, daripada hanya diminta berpidato atau berpresentasi.”

Setelah sesi materi, siswa-siswi diberikan kesempatan untuk memilih dan melatih salah satu dari tiga puisi dengan tema berbeda. Lalu kegiatan dilanjut dengan praktik membaca puisi di depan kelas, di mana para peserta menunjukkan keberanian mereka sebagai pembicara. Sebagai bentuk apresiasi, hadiah dibagikan kepada tiga anak yang menunjukkan performa terbaik.

Foto Bersama 3 Speaker Terbaik. Sumber; Dokumentasi Pribadi

Dilla, salah satu peserta, mengungkapkan, “Menurutku seru acaranya. Tadi aku berani membawakan puisi dengan tema persahabatan. Tidak nyangka aku mendapat hadiah apresiasi.”

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan public speaking siswa-siswi dan menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam pengembangan keterampilan komunikasi anak-anak di tingkat dasar.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan siswa-siswi SDN 1 Desa Dengkeng dapat lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum dan menghadapi tantangan komunikasi di masa depan dengan lebih baik. Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan mahasiswa KKN Undip dalam mendukung pengembangan keterampilan anak-anak dan meningkatkan kualitas pendidikan di desa.