kumparan
16 Mei 2019 17:47 WIB

Banyak Petugas KPPS yang Wafat, Apakah Kelelahan jadi Penyebabnya?

Kementerian Kesehatan RI menyebut ada 13 jenis penyakit yang menyebabkan para petugas KPPS tutup usia.
Menurut Kementerian Kesehatan, berdasarkan laporan, ada 13 jenis penyakit yang menjadi sebab meninggalnya para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), di antaranya serangan jantung, gagal jantung, stroke, gagal napas, dan hipertensi emergency. Tercatat, usia korban yang meninggal dunia berkisar antara 50-59 tahun.
ADVERTISEMENT
Tidak disebutkan bahwa kelelahan adalah penyebab kematian. Lalu, bisakah sebenarnya kelelahan membuat seseorang meninggal? Berikut ini penjelasannya.

Kelelahan bukan penyebab, tapi jadi pemicu

Para petugas KPPS pada pemungutan suara ulang di TPS 71, Cempaka Putih, Tangerang Selatan. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Jam kerja yang sangat panjang, membuat banyak petugas KPPS merasa kelelahan. Tidak lama setelah itu, para petugas tersebut satu per satu gugur, meninggalkan banyak pertanyaan dari kerabat dan keluarga: mengapa terjadi begitu tiba-tiba?
Kondisi kelelahan seseorang yang akhirnya meninggal karena bekerja cukup banyak terjadi di Asia, terutama di Jepang. Bahkan, kondisi ini dikenal dengan istilah “karoshi”.
Sebelum mengalami karoshi, orang tersebut memang biasanya tidak merasakan gejala atau tanda khusus yang mengarah ke penyakit tertentu. Umumnya, mereka hanya mengeluhkan merasa lelah.
Kelelahan dan kematian juga dihubungkan oleh stres. Karoshi dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu:
ADVERTISEMENT
  • Jam kerja yang terlalu panjang.
  • Stres yang timbul karena pekerjaan.
Saat seseorang mengalami stres, akan terjadi peningkatan produksi epinefrin, norepinefrin, dan kortisol di tubuh. Ketiganya berkaitan dengan meningkatnya risiko seseorang terkena penyakit jantung dan stroke.
Kedua penyakit tersebut masuk ke dalam daftar penyakit yang menjadi penyebab meninggalnya para petugas KPPS. Berdasarkan penjelasan dr. Reni Utari, medical editor dari SehatQ, sejumlah penyakit yang menyebabkan para petugas KPPS tutup usia, berkaitan dengan kondisi kelelahan.
“Jika melihat dari daftar Kemenkes, memang penyakit seperti serangan jantung, stroke, dan hipertensi emergency, bisa berkaitan dengan kondisi kelelahan,” ujarnya.
Namun, ia melanjutkan, penyakit lain seperti gagal ginjal, TBC, diabetes melitus, dan asma, merupakan kondisi kronis. Artinya, penyakit tersebut memang sudah diderita sebelumnya.
ADVERTISEMENT

Menjaga kesehatan saat bekerja sangatlah penting

Ilustrasi lelah bekerja Foto: Shutter Stock
Melihat tingginya angka kematian petugas KPPS, Kemenkes dan KPU disebut akan membahas lebih lanjut mengenai jam kerja, serta lingkungan kerja yang ideal bagi para petugas.
Anda dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.
• Makan secara teratur, dan hindari makan berlebihan karena stres.
• Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman manis maupun makanan dalam kemasan, yang terlalu asin.
• Selingi dengan aktivitas fisik seperti naik tangga, atau meregangkan tubuh.
• Jangan duduk terlalu lama.
• Sesekali, bekerjalah sambil bercanda. Sebab, humor baik untuk kesehatan jantung.
• Pastikan faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dihindari dengan menjaga kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya di tempat kerja, menjaga kesehatan juga perlu anda lakukan setiap saat guna menghindari risiko-risiko yang dapat membahayakan kesehatan. Jangan sampai lupa, istirahat yang cukup juga merupakan bagian dari gaya hidup sehat yang perlu anda jalani.
Referensi:
Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/view/19051400002/kemenkes-temukan-13-jenis-penyakit-penyebab-meninggalnya-petugas-pemilu-di-15-provinsi.html Diakses pada 14 Mei 2019
Acta Neurologica Taiwanica. http://www.ant-tnsjournal.com/Mag_Files/21-2/002.pdf Diakses pada 14 Mei 2019
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/blog/only-the-overworked-die-young-201512148815 Diakses pada 14 Mei 2019
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan