Lebih Banyak Berkeringat Belum Tentu Sehat, Ini Alasannya

Kami hadir untuk membantu Anda mengelola kesehatan Anda dan keluarga. Info dan layanan di SehatQ disajikan untuk memudahkan Anda mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan maupun mencari pengobatan. Dengan SehatQ, sehat keluargaku.
Tulisan dari Sehatq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak hal yang dapat membuat seseorang berkeringat. Mulai dari berolahraga, terpapar sinar matahari dalam waktu cukup lama, merasa gugup, atau efek mengonsumsi makanan pedas.
Ada juga yang menganggap bahwa lebih banyak berkeringat pertanda tubuh kita sehat. Pendapat ini tidak sepenuhnya tepat. Jumlah keringat yang keluar dari tubuh berbeda pada tiap individu.
Namun, keringat berlebih memang sebaiknya diwaspadai. Sebab, bisa saja menjadi pertanda dari gangguan kesehatan tertentu.
Kenapa seseorang bisa berkeringat?
Keringat adalah salah satu cara alami yang dilakukan oleh tubuh untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Ketika temperatur tubuh naik, kelenjar keringat akan merespons dengan menghasilkan lebih banyak keringat.
Jumlah keringat yang dapat dikatakan normal bervariasi antara satu orang dengan yang lainnya. Hal ini tergantung pada kondisi tubuh dan aktivitasnya. Sebagai contohnya, seorang pekerja kantoran dan pekerja bangunan tentu akan mengeluarkan jumlah keringat yang berlainan.
Waspadalah jika anda mengeluarkan keringat berlebih
Siapa yang sering menyeka tangan sebelum berjabat tangan dengan orang lain? Nah, ini bisa menjadi salah satu pertanda tubuh yang memproduksi lebih banyak keringat.
Terkadang, keringat yang berlebihan termasuk gejala yang sebaiknya tidak dianggap remeh. Keringat teralu banyak (hiperhidrosis) dapat menjadi penanda dari masalah tiroid, diabetes, maupun infeksi. Orang dengan kelebihan berat badan juga bisa mengalami kondisi ini.
Terdapat dua jenis hiperhidrosis yaitu:
Hiperhidrosis primer. Hiperhidrosis jenis ini menyebabkan munculnya keringat berlebih di tangan, ketiak, wajah, dan telapak kaki tanpa alasan yang jelas. Meski demikian, hiperhidrosis primer umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan.
Hiperhidrosis sekunder. Pada jenis sekunder, keringat berlebih akan muncul di seluruh tubuh dan dapat menjadi penanda kondisi kesehatan seseorang. Terdapat beragam faktor yang bisa melatarbelakanginya, mulai dari kehamilan, diabetes, menopause, gangguan tiroid, kecanduan alkohol, tuberkulosis, penyakit Parkinson, radang sendi, stroke, gagal jantung, hingga kanker (seperti leukemia dan limfoma).
Untuk memastikan bahwa kondisi lebih banyak berkeringat yang dialami, anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Proses diagnosis akan dilakukan agar penanganan pun bisa sesuai.
Tips mengatasi keringat berlebih
Untuk mengatasi sekaligus mencegah produksi keringat berlebih, anda mungkin bisa melakukan langkah-langkah berikut:
Mengenakan pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Contohnya, baju dari bahan katun.
Mengenakan kaos kaki yang menyerap keringat dan menggantinya paling tidak dua kali sehari.
Menyiapkan lebih dari satu pasang sepatu, agar bisa digunakan secara bergantian. Hindari pula sepatu tertutup, seperti bot, karena dapat membuat kaki anda lebih banyak berkeringat.
Menghindari kegiatan yang dapat membuat anda mengeluarkan banyak keringat, seperti mengonsumsi makanan pedas atau minum alkohol.
Penanganan dokter mengenai keringat berlebih
Jika sudah melakukan langkah-langkah di atas, tapi kondisi lebih banyak keringat terus mengganggu anda, saatnya anda berkonsultasi ke dokter.
Dokter mungkin akan menyarankan anda untuk menemui spesialis kulit guna mengatasi kondisi hiperhidrosis. Penanganan yang umumnya diberikan bisa meliputi:
Produk antiperspirant. Dokter dapat meresepkan penggunaan antiperspirant dengan kandungan aluminium klorida yang lebih tinggi daripada produk yang dijual bebas.
Obat antikolinergik yang dapat membantu dalam mengurangi jumlah keringat pada tubuh.
Suntikan botulinum toxin. Suntikan ini dapat menghalangi kinerja saraf yang merangsang kelenjar keringat. Umumnya, diperlukan beberapa suntikan agar hasilnya efektif.
Prosedur Iontophoresis. Arus listrik bertegangan rendah akan dipakai guna menghalangi kinerja kelenjar keringat untuk sementara.
Operasi. Pada kasus keringat berlebih hanya terjadi di ketiak, operasi mungkin bisa menjadi pilihan. Dokter akan mengangkat kelenjar keringat pada ketiak anda. Operasi lainnya adalah dengan memutuskan saraf yang bertugas mengaktifkan kelenjar keringat.
Berkeringat sehabis berolahraga atau ketika berada di bawah terik matahari memang wajar. Tapi anda perlu waspada bila Anda lebih banyak berkeringat, meski tidak melakukan aktivitas yang berat dan signifikan. Ketahui penyebab di balik kondisi anda agar tidak menyesal di kemudian hari.
Referensi:
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/features/how-much-sweating-is-too-much#2 Diakses pada 3 Juni 2019
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/features/is-your-excessive-sweating-caused-by-a-medical-problem#1 Diakses pada 3 Juni 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/excessive-sweating-hiperhidrosis/ Diakses pada 3 Juni 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hyperhidrosis Diakses pada 3 Juni 2019
