10 Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 1 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri perlawanan bangsa Indonesia pada abad ke-19 menjadi hal yang pentig diketahui saat mempelajari sejarah.
Dikutip dari buku Cosmic Ordering, perlawanan merupakan apapun yang menghentikan atau menghalangi dari dalam diri sendiri. Perlawanan menunjukkan rasa takut untuk membiarkan diri memasuki sesuatu yang tidak diketahui.
Pada abad-19, perlawanan bangsa Indonesia dilakukan dengan berbagai ciri yang seringkali digagalkan oleh pihak penjajah. Lantas, apa saja ciri tersebut?
Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19
Selama bertahun-tahun lamanya, bangsa Indonesia melakukan upaya perlawanan demi mengusir penjajahan. Sayangnya, upaya-upaya tersebut selalu gagal karena penjajah berhasil menepis perlawanan itu.
Kedatangan Eropa pada abad 16 mulanya bertujuan mencari rempah-rempah. Seiring berjalannya waktu, tujuan tersebut justru menjelma menjadi imperialisme dan kolonialisme.
Hingga pada abad ke-19 bangsa Indonesia arus bekerja keras melakukan perlawana demi mengusir penjajah. Pasalnya, penjajah semakin kejam dan mengakibatkan penderitaan mendalam. Pihak Belanda memberlakukan politik liberal, tanam paksa, serta politik etis.
Pertengahan abad 19 sistem paksa semakin parah. Masyarakat kerap dipaksa bekerja tanpa henti dengan bayaran minimal. Tindakan kolonialisasi juga memberi dampak negatif pada bidang ekonomi, politik, sampai sosial.
Berbagai penderitaan tersebut memancing semangat perlawanan dari bangsa Indonesia demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Adapun ciri perlawanan yang dilakukan pada abad 19 adalah sebagai berikut:
Perjuangan bersifat kedaerahan atau lokal
Masih memakai senjata tradisional
Pemimpin berasal dari tokoh agama atau bangsawan
Tidak serentak karena wilayah yang luas
Bersifat musiman atau sporadis
Ketergantungan pada sosok pemimpin
Belum munculnya semangat memperjuangkan kesatuan dan persatuan
Memakai strategi langsung menyerang pusat kekuatan militer, berpura-pura menyerah, meningkatkan kekuatan militer, perang gerilya, serta mendirikan benteng
Pengetahuan mengenai teknologi perang masih rendah
Terdapat latar belakang serta respons penjajah dalam bentuk gencatan senjata demi menyusun ulang kekuatan, memonopoli perdagangan, adu dompa, serta mendirikan korps antigerilya
Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai ciri perlawanan bangsa Indonesia pada abad ke-19.(LAU)
