Konten dari Pengguna

10 Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19. Sumber: Unsplash

Ciri perlawanan bangsa Indonesia pada abad ke-19 menjadi hal yang pentig diketahui saat mempelajari sejarah.

Dikutip dari buku Cosmic Ordering, perlawanan merupakan apapun yang menghentikan atau menghalangi dari dalam diri sendiri. Perlawanan menunjukkan rasa takut untuk membiarkan diri memasuki sesuatu yang tidak diketahui.

Pada abad-19, perlawanan bangsa Indonesia dilakukan dengan berbagai ciri yang seringkali digagalkan oleh pihak penjajah. Lantas, apa saja ciri tersebut?

Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19

Ilustrasi Ciri Perlawanan Bangsa Indonesia pada Abad ke-19. Sumber: Unsplash

Selama bertahun-tahun lamanya, bangsa Indonesia melakukan upaya perlawanan demi mengusir penjajahan. Sayangnya, upaya-upaya tersebut selalu gagal karena penjajah berhasil menepis perlawanan itu.

Kedatangan Eropa pada abad 16 mulanya bertujuan mencari rempah-rempah. Seiring berjalannya waktu, tujuan tersebut justru menjelma menjadi imperialisme dan kolonialisme.

Hingga pada abad ke-19 bangsa Indonesia arus bekerja keras melakukan perlawana demi mengusir penjajah. Pasalnya, penjajah semakin kejam dan mengakibatkan penderitaan mendalam. Pihak Belanda memberlakukan politik liberal, tanam paksa, serta politik etis.

Pertengahan abad 19 sistem paksa semakin parah. Masyarakat kerap dipaksa bekerja tanpa henti dengan bayaran minimal. Tindakan kolonialisasi juga memberi dampak negatif pada bidang ekonomi, politik, sampai sosial.

Berbagai penderitaan tersebut memancing semangat perlawanan dari bangsa Indonesia demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik. Adapun ciri perlawanan yang dilakukan pada abad 19 adalah sebagai berikut:

  1. Perjuangan bersifat kedaerahan atau lokal

  2. Masih memakai senjata tradisional

  3. Pemimpin berasal dari tokoh agama atau bangsawan

  4. Tidak serentak karena wilayah yang luas

  5. Bersifat musiman atau sporadis

  6. Ketergantungan pada sosok pemimpin

  7. Belum munculnya semangat memperjuangkan kesatuan dan persatuan

  8. Memakai strategi langsung menyerang pusat kekuatan militer, berpura-pura menyerah, meningkatkan kekuatan militer, perang gerilya, serta mendirikan benteng

  9. Pengetahuan mengenai teknologi perang masih rendah

  10. Terdapat latar belakang serta respons penjajah dalam bentuk gencatan senjata demi menyusun ulang kekuatan, memonopoli perdagangan, adu dompa, serta mendirikan korps antigerilya

Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai ciri perlawanan bangsa Indonesia pada abad ke-19.(LAU)