11 Contoh Implementasi Sila Ke-2 dalam Keseharian

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila. Di mana masing-masing sila mengandung filosofi hidup sebagai perwujudan dari cita-cita sekaligus tujuan utama bangsa Indonesia.
Salah satunya terdapat pada sila ke-2 Pancasila yang berbunyi “kemanusiaan yang adil dan beradab” dengan lambang rantai berlatar warna merah.
Mari simak penjelasan tentang implementasi sila ke-2 Pancasila dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
Memahami Makna Sila ke-2 Pancasila
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara oleh seluruh rakyat Indonesia.
Kata Pancasila sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu panca (lima) dan sila (dasar). Nama ini kali pertama diperkenalkan oleh Bung Karno dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945.
Dikutip dari situs Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, bpip.go.id, sila kedua dilambangkan dengan rantai berbentuk lingkaran dan segi empat yang saling berkaitan.
Jumlah rantai pada lambang sila ke-2 Pancasila ada 17 rantai dengan latar belakang merah. Setiap rantai yang saling terkait tersebut memiliki makna bahwa bangsa Indonesia terikat erat, saling membutuhkan, serta bahu membahu.
Sila ke-2 Pancasila yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan beradab" tersebut memiliki makna bahwa setiap hak asasi manusia (HAM) harus diakui dan dilindungi oleh negara.
Setiap orang juga wajib menghargai dan memperlakukan orang lain seadil mungkin.
Contoh Impelemtasi Sila ke-2 Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut adalah berbagai contoh penerapan impementasi sila ke-2 Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak bersikap semena-mena terhadap orang lain.
Menolong orang lain yang sedang kesusahan.
Melakukan kewajiban dengan baik. Misalnya, jika kita adalah pelajar, berarti harus melaksanakan kewajiban pelajar dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Melakukan berbagai aktivitas kemanusiaan seperti, mengumpulkan donasi atau bakti sosial.
Menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Tidak merusak fasilitas umum.
Tidak melakukan diskriminasi terhadap suku, ras, agama, maupun golongan.
Menumbuhkan sikap empati dan gotong royong.
Menjaga kerukunan antar warga.
Saling toleransi dan menghargai perbedaan.
Demikian penjelasan mengenai makna serta contoh implementasi sila ke-2 yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. (DN)
