Konten dari Pengguna

11 Contoh Stereotip Gender yang Melekat di Kehidupan Masyarakat

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh stereotip gender. Sumber: fauxels/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh stereotip gender. Sumber: fauxels/pexels.com

Stereotip gender adalah suatu bentuk kepercayaan akan perbedaan dari perempuan dan laki-laki. Adapun salah satu contoh stereotip gender adalah anak perempuan harus kurus dan cantik agar menarik bagi laki-laki.

Perdana, dalam Stereotip Gender dalam Film Anna Karenina, menyebutkan bahwa stereotip gender adalah suatu bentuk stereotip yang paling umum di dalam masyarakat.

Untuk mengetahui beberapa contoh stereotip gender, baca artikel ini sampai selesai.

Pengertian Stereotip Gender

Ilustrasi stereotip gender. Sumber: Magda Ehlers/pexels.com

Stereotip gender adalah bentuk penilaian atau kepercayaan akan perbedaan ciri dari laki-laki maupun perempuan. Stereotip ini membuat perempuan maupun laki-laki sering menjadi korban.

Pada beberapa masyarakat patriarki, kelompok perempuan sering dianggap sebagai sosok yang lemah dan mudah emosional daripada laki-laki. Sebaliknya, laki-laki dianggap sebagai sosok yang lebih unggul.

Contoh Stereotip Gender

Stereotip gender kebanyakan meliputi kepribadian dari seseorang, kehidupan rumah tangga, lingkungan pekerjaan, hingga asumsi fisik. Adapun beberapa contoh stereotip gender adalah:

  1. Perempuan dianggap sebagai pengasuh, sementara laki-laki adalah sosok pemimpin.

  2. Anak perempuan harus cantik dan kurus agar menarik perhatian laki-laki.

  3. Perempuan adalah sosok yang lebih pasif daripada laki-laki.

  4. Perempuan adalah sosok yang mudah menyerah, sedangkan laki-laki harus pemberani dan bertanggung jawab.

  5. Perempuan memiliki tugas untuk mengandung, melahirkan, membesarkan anak, dan mengurus kehidupan rumah tangga. Sementara itu, laki-laki harus bekerja.

  6. Perempuan membutuhkan bantuan laki-laki, sedangkan laki-laki harus mampu menjadi orang yang mandiri.

  7. Perempuan dianggap sebagai individu yang lemah, sehingga tidak cocok menjadi seorang pemimpin. Sementara itu, laki-laki dianggap lebih pemberani, sehingga cenderung dinomorsatukan.

  8. Perempuan terlalu emosional, sehingga tidak cocok menjadi pemimpin.

  9. Laki-laki menggunakan agresi untuk memecahkan suatu masalah.

  10. Laki-laki tidak boleh bermain boneka dan harus bersikap jantan.

  11. Perempuan adalah orang yang cengeng, sedangkan laki-laki tidak boleh menangis.

Demikian penjelasan seputar pengertian dan contoh stereotip gender yang masih banyak dijumpai di lingkungan masyarakat. Hal ini memicu kepercayaan yang tertanam di benak masyarakat dan sulit untuk dihilangkan. Alhasil, masyarakat pun cenderung menyamaratakan sifat-sifat tersebut. [ENF]