12 Ciri-ciri Australopithecus Africanus yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Australopithecus Africanus adalah awal hominid yang diketahui berusia lebih tua daripada Afarensis. Manusia purba ini juga sering disebut oleh para ahli sebagai nenek moyang manusia masa kini.
Terdapat ciri-ciri Australopithecus Africanus yang menarik untuk diketahui. Salah satunya mempunyai volume otak 435 - 530 cc.
Selain itu, masih ada ciri-ciri Australopithecus Africanus lain yang perlu diketahui. Simak selengkapnya di sini.
Ciri-Ciri Australopithecus Africanus
Sugeng Wahyu Widodo, S.Pd. dalam buku berjudul Buku Siswa Sejarah Peminatan SMA/MA Kelas 10 menjelaskan bahwa Australopithecus Africanus merupakan jenis manusia purba yang fosilnya berhasil ditemukan dalam endapan breksi di gua karst, Taung.
Manusia purba Australopithecus Africanus mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
Hidup kurang lebih 3-2 juta tahun lalu.
Mempunyai kehidupan dan bertempat tinggal di lokasi terbuka, misalnya padang rumput.
Mempunyai kemampuan berdiri tegak menggunakan kedua kakinya.
Mempunyai ukuran tubuh bagi perempuan 115 cm dengan berat sekitar 30 kg. Sementara bagi laki-laki mempunyai ukuran tubuh 138 cm dengan berat 41 kg.
Australopithecus Africanus laki-laki mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar, kurang lebih 20%-40% lebih tinggi, namun 30%-40% lebih berat dari Australopithecus Africanus perempuan.
Mempunyai gigi taring yang kecil.
Mempunyai bentuk tubuh yang ramping.
Tinggi badannya mulai 115 cm hingga 138 cm.
Mempunyai volume otak sekitar 435-530 cc dengan foramen magnum atau lubang leher berada di atas tengkorak relatif ke tengah. Menunjukkan posisi kepala yang tegak.
Memiliki tulang jari yang sedikit melengkung.
Mempunyai bentuk tangan yang relatif panjang.
Mempunyai lapisan email gigi yang tebal dan barisan giginya rata.
Fakta Menarik Australopithecus Africanus
Berikut adalah berbagai fakta menarik dari manusia purba Australopithecus Africanus.
1. Lokasi Penemuan
Australopithecus Africanus ditemukan di Desa Taung, Bechunaland, Afrika Selatan oleh Raymond Dart pada tahun 1924. Fosil yang ditemukan kala itu adalah bagian tengkorak kepala.
Selain di Desa Taung, Australopithecus Africanus juga ditemukan di beberapa lokasi lain, yaitu di Sterkfontein (1935), Makapansgat (1948), dan Gladysvale (1992).
2. Menyerupai manusia modern
Awalnya, fosil Australopithecus Africanus yang ditemukan hanya berupa bagian tubuh tengkorak kepala saja.
Setelah semua sisa fosil lainnya berhasil ditemukan, diketahui bahwa Australopithecus Africanus memiliki tampilan menyerupai manusia modern bila dibandingkan dengan Australopithecus Afarensis.
Demikian pembahasan mengenai ciri-ciri Australopithecus Africanus dan fakta menariknya. (Ek)
