Konten dari Pengguna

13 Pertanyaan tentang Stunting yang Banyak Dicari

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pertanyaan tentang Stunting. Foto: dok. Online Marketing (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pertanyaan tentang Stunting. Foto: dok. Online Marketing (Unsplash)

Stunting merupakan suatu kondisi pada anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang baik. Kondisi stunting rupanya tak cukup familiar bahkan sering disalahpahami oleh masyarakat umum. Tak heran jika masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang kondisi stunting.

Untuk mengetahui pertanyaan tentang stunting, mari kita simak artikel berikut.

13 Pertanyaan tentang Stunting yang Banyak Dicari Masyarakat Umum

Ilustrasi Pertanyaan tentang Stunting. Foto: dok. Hush Naidoo Jade Photography (Unsplash)

Mengalami pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu ciri makhluk hidup yang dapat kita saksikan di sekitar kita. Adanya pertumbuhan dan perkembangan manusia yang normal tentu membutuhkan asupan gizi seimbang yang sesuai dengan usianya.

Jika asupan gizi yang diterima kurang dari takaran yang seharusnya, maka tentu akan berimbas pada kondisi kesehatan seseorang. Salah satu akibat yang dapat terjadi jika seorang anak mengalami kekurangan asupan gizi adalah stunting. Apa itu stunting?

Dalam buku berjudul Stunting Pada Anak: Kenali dan Cegah Sejak Dini yang disusun oleh Nurul Imani (2020: 10) disebutkan bahwa menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan yang memiliki tinggi di bawah minus (stunting berat dan sedang) dan minus tiga (stunting kronis) akan diukur berdasarkan standar pertumbuhan anak yang dirilis oleh WHO.

Biasanya kondisi stunting baru akan terlihat setelah bayi memasuki usia dua tahun. Di mana tubuh mereka terbilang lebih pendek, bahkan berada di bawah standar normal atau sekitar 8,5 - 11,75 cm. Umumnya kondisi ini diakibatkan karena kurang asupan gizi yang berlansgung dalam waktu lama.

Hal tersebut membuat pertumbuhan tinggi badan anak terhambat sehingga mengakibatkan dirinya mengalami kondisi stunting.

Tenang saja, stunting dapat dicegah sedini mungkin dengan cara mencukupi kebutuhan zat besi, yodium, dan asam folat sejak masih dalam kandungan.

Cara pencegahan stunting lainnya adalah dengna menghindari paparan asap rokok. Selain itu, pastikan para ibu rutin melakukan pemeriksan kandungan saat hamil guna memantau perkembangan janin.

Kondisi stunting yang masih belum familiar bagi masyarakat luas rupanya memicu banyak pertanyaan tentang stunting muncul di kalangan masyarakat. Berikut ini adalah kumpulan pertanyaan tentang stunting yang banyak dibahas:

  1. Bagaimana cara mencegah terjadinya stunting pada anak?

  2. Apakah anak yang sudah dinyatakan stunting bisa kembali kondisinya seperti anak yang bebas stunting?

  3. Mengapa stunting menjadi salah satu persoalan dalam pembangunan yang sudah berlangsung lama dan belum terselesaikan sampai saat ini?

  4. Apakah stunting hanya terjadi pada keluarga yang ekonominya terbilang kurang mampu?

  5. Apa perbedaan stunting dan gizi buruk?

  6. Apa arti stunting?

  7. Apa indikator seorang anak mengalami stunting?

  8. Apa saja faktor penyebab stunting?

  9. Pada usia berapa tahun seorang anak dapat divonis mengalami stunting?

  10. Gizi apa yang harus dipenuhi untuk mencegah stunting?

  11. Apakah ada penanganan khusus untuk anak yang mengalami stunting?

  12. Apa dampak dan efek buruk bagi anak yang mengalami stunting?

  13. Apakah stunting berbahaya bagi kesehatan anak?

Sederet pertanyaan tentang stunting ini dapat gunakan untuk memudahkan Anda dalam mengumpulkan informasi penting terkait stunting. (DAP)