15 Nama Kota Zaman Belanda di Indonesia yang Bersejarah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belanda merupakan bangsa yang paling lama menjajah Indonesia, yakni sekitar 350 tahun. Lamanya masa penjajahan itu tentu memberi banyak dampak bagi Indonesia, salah satunya nama kota zaman Belanda yang berbeda dengan nama kota saat ini.
Contoh yang paling familier adalah Batavia yang merupakan nama kota Jakarta pada masa pendudukan Belanda di Indonesia. Selain Batavia, masih ada sejumlah kota yang memiliki perbedaan nama antara nama di zaman Belanda dan di zaman sekarang.
15 Nama Kota Zaman Belanda di Indonesia
Setiap penjajah selalu memiliki misi untuk menguasai wilayah jajahannya, termasuk Belanda terhadap Indonesia. Seiring dengan rangkaian pergerakan Belanda untuk menguasai Indonesia di masa lampau, tindakan penjajahan itu membawa sejumlah dampak.
Salah satu dampak penjajahan pada masa itu adalah adanya nama kota Indonesia yang memiliki sebutan khas Belanda. Berikut adalah lima belas daftar nama kota zaman Belanda di Indonesia yang lengkap dengan nama terkininya.
Ambonia -> Ambon
Arnhemia -> Pancurbatu
Bandoeng -> Bandung
Batavia -> Jakarta
Bencoolen -> Bengkulu
Buitenzorg -> Bogor
Carstensz-Pyramid -> Puncak Jaya
Daalen Gebergte -> Tanah Gayo
Fort de Kock -> Bukittinggi
Fort van der Capellen -> Batusangkar
Fort Willem I -> Ambarawa
Jawa’s Eerste Punt -> Ujung Kulon
Koetaradjasaat -> Banda Aceh
Samarang -> Semarang
Soerabaja -> Surabaya
Selain nama kota, faktanya penjajahan Belanda juga berdampak pada berbagai kosakata dalam bahasa Indonesia. Bukti dampak tersebut adalah adanya sejumlah kosakata bahasa Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa Belanda.
15 Kosakata Bahasa Indonesia yang Diserap dari Bahasa Belanda
Mengutip dari buku Be Smart Bahasa Indonesia untuk kelas IX SMP/MTs karya Kusmayadi, dkk. (2008: 71), kata serapan adalah kata dalam bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa asing untuk keperluan padanan kata yang tepat.
Lima belas contoh kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa Belanda, yaitu:
Administrasi, serapan dari kata administratie.
Arloji, serapan dari kata horloge.
Ban (kendaraan), serapan dari kata band.
Bioskop, serapan dari kata bioscoop.
Bir, serapan dari kata bier.
Bistik, serapan dari kata biefstuk.
Buku, serapan dari kata boek.
Fanatik, serapan dari kata fanatiek.
Handuk, serapan dari kata handdoek.
Kamar, serapan dari kata kamer.
Kantor, serapan dari kata kantoor.
Kol (sayur), serapan dari kata kool.
Potlot (pensil), serapan dari kata potlood.
Proklamasi, serapan dari kata proclamatie.
Situasi, serapan dari kata situatie.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa selain memengaruhi nama kota zaman Belanda, penjajahan tersebut juga memengaruhi kata bahasa Indonesia. Beberapa contoh adalah kamer untuk kamar, kantoor untuk kantor, dan sebagainya. (AA)
