Konten dari Pengguna

2 Negara Pelopor Imperialisme Kuno dan Peranannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Negara Pelopor Imperialisme Kuno. Sumber: Tom Fisk/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Negara Pelopor Imperialisme Kuno. Sumber: Tom Fisk/Pexels.com

Imperialisme kuno disebut juga imperialisme perdagangan dan mulai dijalankan bangsa Eropa pada abad ke-15. Imperialisme kuno berlangsung dari zaman kuno sampai Revolusi Industri. Negara pelopor Imperialisme kuno adalah Portugis dan Spanyol.

Lantas, apa saja peranan negara-negara tersebut dalam imperialisme kuno? Simak penjelasan berikut!

Negara Pelopor Imperialisme Kuno

Ilustrasi: Negara Pelopor Imperialisme Kuno. Sumber: Tom Fisk/Pexels.com

Lajnah Khusus Intelektual DPD 1 HTI Jawa Timur menjelaskan dalam buku berjudul Bunga Rampai Pemikiran Intelektual Muslim Seputar Syariah dan Khilafah Intelectual Moeslim Community Jatim menjelaskan bahwa imperialisme kuno menekankan pada perluasan wilayah lewat penaklukan yang dilakukan suatu negara terhadap negara lain.

Adapun negara pelopor Imperialisme kuno, antara lain:

1. Portugis

Portugis menghadapi kemerosotan ekonomi paling parah sejak Konstantinopel jatuh ke tangan Turki Ottoman pada pertengahan abad ke-15. Kemudian, Portugis melakukan penjelajahan samudra dengan membawa semboyan 3G (Gold, Gospel, Glory).

Praktik imperialisme Portugis selanjutnya diikuti bangsa-bangsa Eropa yang lain, salah satunya Prancis. Prancis melakukan banyak penjajahan di berbagai tempat di dunia.

Kekuasaan global Prancis ketika akhir abad ke-19 dan ke-20 adalah terbesar kedua di bawah kekaisaran Britania.

2. Spanyol

Spanyol merasakan dampak terparah karena jatuhnya Konstantinopel.

Untuk menjaga kerukunan antara Spanyol dan Portugis, dibuatlah Perjanjian Tordesillas pada 7 Juni 1494. Perjanjian tersebut membagi kawasan luar Eropa menjadi dua, yakni sebelah timur dimiliki Portugis dan bagian barat dimiliki Spanyol.

Dengan demikian, Spanyol melakukan penjelajahan samudra menuju arah barat dengan tujuan menemukan kawasan penghasil rempah-rempah.

Tujuan Imperialisme Kuno

Imperialisme kuno bertujuan mencari tanah jajahan untuk menyebarkan semboyan 3G (Gold, Gospel, Glory), yaitu:

  1. Gold adalah mencari kekayaan berupa logam mulia, emas, dan perak, termasuk rempah-rempah.

  2. Gospel adalah menyebarkan agama Nasrani.

  3. Glory adalah untuk mewujudkan kejayaan negeri induknya.

Pendorong Imperialisme Kuno

Noor Hidayati dan Huriyah dalam buku berjudul Manusia Indonesia, Alam & Sejarahnya menjelaskan bahwa pendorong gerakan imperialisme kuno adalah adanya kelebihan modal dan barang di berbagai negara Barat.

Kemudian, mereka mencari kawasan jajahan untuk dijadikan kawasan penyuplai bahan baku dan sebagai kawasan pemasaran hasil industri.

Dasar dari imperialisme kuno, yaitu dilaksanakan demi agama. Mereka beranggapan bahwa menjadi tugas suci dalam agama untuk menyelamatkan manusia dari semua penindasan dan ketidakadilan, utamanya pada negara yang dianggap terbelakang.

Para misionaris Kristen menyebut misi penyelamatan ini sebagai The White Man Burden.

Demikianlah penjelasan tentang negara pelopor imperialisme kuno. Semoga membantu! (Ek)