Konten dari Pengguna

2 Tradisi Megalitikum yang Penuh Warisan Budaya Kuno

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tradisi Megalitikum. Pexels/Walter Sanchez Martinez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tradisi Megalitikum. Pexels/Walter Sanchez Martinez

Salah satu kebudayaan yang menonjol dan sangat dikenal di Indonesia adalah tradisi megalitikum atau kebudayaan batu besar. Kebudayaan megalitikum secara etimologi berasal dari kata mega yang berarti besar dan lithos yang memiliki arti batu.

Mengutip dari Jurnal Ciri Budaya Megalitik pada Arsitektur Candi di Pulau Jawa (dari Masa Klasik Tua, Klasik Tengah, dan Klasik Muda), Martin Pradipta, (2017:287), tradisi megalitikum bukanlah suatu zaman yang berkembang sendiri, melainkan salah satu hasil budaya yang timbul pada zaman Neolitikum.

2 Tradisi Megalitikum

Ilustrasi Tradisi Megalitikum. Pexels/Magda Ehlers

Berikut ini merupakan dua tradisi megalitikum yang penuh dengan warisan budaya kuno.

1. Tradisi Megalitikum: Menhir

Salah satu jenis tradisi megalitikum yang terkenal adalah menhir. Menhir adalah batu besar yang berdiri tegak dan berfungsi sebagai monumen atau simbol dalam ritual keagamaan.

Menhir bisa ditemui di berbagai lokasi seperti di Pulau Nias dan Sumatra Barat. Menhir berperan sebagai tempat penghormatan bagi roh leluhur yang diyakini memiliki kemampuan untuk menjaga dan memberikan berkah kepada masyarakat.

Peninggalan ini memberikan wawasan tentang bagaimana manusia purba menganggap hubungan antara dunia nyata dengan dunia spiritual.

2. Tradisi Megalitikum: Dolmen

Selain menhir, dolmen juga merupakan bagian dari tradisi megalitikum berupa sebuah meja batu besar yang dipakai untuk tempat pemakaman atau upacara sesaji.

Dolmen sering ditemukan di daerah Jawa dan Bali. Biasanya terkait dengan upacara pemakaman dan penghormatan terhadap nenek moyang.

Dolmen berfungsi sebagai jembatan antara dunia manusia dan dunia roh. Tradisi ini menggambarkan betapa pentingnya unsur spiritual dalam kehidupan masyarakat megalitik.

Tradisi seperti dolmen dan menhir tidak hanya sekadar sisa-sisa arkeologi, tetapi juga mengandung arti yang dalam mengenai kehidupan budaya dan spiritual masyarakat di masa lampau.

Tradisi tersebut menggambarkan cara berpikir dan gaya hidup masyarakat kuno yang sangat menghormati nenek moyang serta kekuatan alam.

Dengan peninggalan-peninggalan dan tradisi megalitikum ini bisa menjadi warisan budaya yang sangat berharga untuk Indonesia. (Dista)

Baca Juga: Warak Ngendog, Simbol Keragaman Budaya di Semarang