Konten dari Pengguna

3 Cara Mengatasi Dualisme Kepemimpinan dalam Kehidupan Manusia

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengatasi Dualisme Kepemimpinan. Sumber: Unsplash.com/Maxim Tolchinskiy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengatasi Dualisme Kepemimpinan. Sumber: Unsplash.com/Maxim Tolchinskiy

Dualisme kepemimpinan merupakan fenomena yang memungkinkan untuk terjadi dalam kehidupan manusia, terutama dalam penyelenggaraan pemerintahan atau organisasi. Cara mengatasi dualisme kepemimpinan dapat mencakup beberapa pilihan.

Salah satu di antaranya adalah melalui pembagian kekuasaan. Selain pembagian kekuasaan, cara mengatasi terjadinya dualisme kepemimpinan juga dapat melalui pemahaman tentang tugas, wewenang, dan/atau penyerahan kekuasaan.

3 Cara Mengatasi Dualisme Kepemimpinan

Ilustrasi Cara Mengatasi Dualisme Kepemimpinan. Sumber: Unsplash.com/Kaleidico

Kepemimpinan dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai cara memimpin. Mengutip dari buku Kepemimpinan karya Soekarso dan Iskandar (2015: 14), menurut John C. Maxwell, kepemimpinan adalah suatu kehidupan yang memengaruhi kehidupan lain.

Kepemimpinan dalam organisasi biasanya ada pada satu orang atau satu pihak. Namun, hal itu tidak dapat menutup kemungkinan akan terjadinya dualisme kepemimpinan.

Dualisme kepemimpinan dalam organisasi atau pemerintahan dapat terjadi ketika ada dua pihak berpengaruh dengan paham yang saling bertentangan. Jika terus-menerus terjadi, dualisme kepemimpinan akan mengancam keutuhan.

Berdasarkan kondisi itu, jelas bahwa dualisme kepemimpinan perlu diatasi. Berikut adalah tiga contoh cara mengatasi dualisme kepemimpinan dalam kehidupan manusia:

1. Pembagian Kekuasaan

Pembagian kekuasaan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi dualisme kepemimpinan. Pembagian kekuasaan dapat melalui banyak cara, salah satunya membagi kekuasaan negara menjadi tiga yang meliputi legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

2. Kembali kepada Tugas dan Wewenang Masing-Masing

Solusi lain dari dualisme kepemimpinan adalah kembali kepada tugas dan wewenang masing-masing. Langkah tersebut dapat tercapai secara lebih mudah ketika pembagian kekuasaan telah terjadi karena setiap lembaga mempunyai tugas dan wewenang tersendiri.

3. Penyerahan Kekuasaan

Cara lainnya adalah menyerahkan kekuasaan. Menyerahkan kekuasaan tidak selalu berarti mundur atau pasrah, melainkan mencakup berbagai macam upaya terbaik untuk mengatasi dualisme kepemimpinan secara bijaksana.

Indonesia pernah mengalami dualisme kepemimpinan nasional. Mengutip dari buku Sejarah 3 SMP Kelas IX karya Kurnia dan Suryana (2007: 145), demi menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara, Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan kepada pengemban Tap. MPRS No. IX/MPRS/1996 Jenderal Soeharto pada 23 Februari 1967.

Tindak lanjut dari langkah tersebut adalah penyelenggaraan Sidang Istimewa MPRS pada 7 – 12 Maret 1967. Tema dari sidang tersebut adalah pertanggungjawaban presiden selaku mandataris MPRS.

Demikian menjadi jelas bahwa ada banyak cara mengatasi dualisme kepemimpinan. Setiap organisasi atau pemerintahan bisa saja memiliki cara lain. Hal terpenting adalah tetap mengutamakan kepentingan umum dan melakukan secara bijaksana. (AA)