Konten dari Pengguna

3 Contoh Stratifikasi Tertutup beserta Pengertian dan Sifatnya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi : Contoh Stratifikasi Tertutup. Sumber : Jose Aragones/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi : Contoh Stratifikasi Tertutup. Sumber : Jose Aragones/Pexels.com

Perbedaan antar individu maupun kelompok termasuk hal biasa dan sangat wajar. Perbedaan dalam masyarakat ini disebut stratifikasi sosial, salah satunya stratifikasi tertutup. Terdapat beberapa contoh stratifikasi tertutup yang dijalankan oleh suatu kelompok.

Stratifikasi tertutup sendiri terbentuk salah satunya karena faktor kehormatan. Alasannya, karena kehormatan seseorang bukan hanya diukur dari tingkat kekayaan saja, namun juga dari kekuasaan yang dimiliki.

Lebih jelasnya, Anda bisa menyimak ulasan lengkap tentang contoh stratifikasi tertutup pada artikel ini.

Pengertian dan Sifat Stratifikasi Tertutup

Ilustrasi : Contoh Stratifikasi Tertutup. Sumber : ALDO NESTARES/Pexels.com

Janu Murdiyatmoko dalam buku berjudul Sosiologi: Memahami dan Mengkaji Masyarakat, menjelaskan bahwa, Stratifikasi sosial tertutup sifatnya membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari satu lapisan menuju lapisan yang lain, baik yang bergerak ke bawah maupun ke atas.

Lebih jelasnya sifat stratifikasi tertutup itu lebih diskriminatif, sebab susah melakukan mobilitas secara vertikal. Hal ini karena, setiap anggota dari strata sosial hanya menjalankan mobilitas secara horizontal saja.

Satu-satunya jalan untuk masuk dan menjadi anggotanya adalah dengan kelahiran. Stratifikasi sosial ini bisa memberikan dampak negatif dan positif, sebagai berikut :

Dampak Positif

  1. Menghadirkan pemerataan pembangunan pada setiap wilayah. Dengan demikian, semakin berkurang pula tingkat kesenjangan sosial di masyarakat.

  2. Muncul keinginan pada diri individu dalam suatu masyarakat untuk bersaing serta berpindah ke tingkatan yang semakin tinggi. Jadi, individu akan bekerja dengan giat agar menghasilkan prestasi.

Dampak Negatif

  1. Menghadirkan konflik antarkelas juga kelompok, sebab kekuasaan, kekayaan, juga pendidikan.

  2. Muncul keinginan menguasai kelompok sosial lain dan dilakukan secara pemaksaan yang bisa mengakibatkan konflik dalam kelompok sosial tersebut.

Contoh Stratifikasi Tertutup

Pertama, Sistem tertutup ini bisa dilihat pada masyarakat India yang menggunakan sistem kasta. Pada masyarakat feodal, dalam masyarakat tempat pelapisan sosialnya bergantung perbedaan rasial.

Kedua, sistem stratifikasi tertutup juga bisa ditemui di masyarakat Bali. Dalam kitab sucinya, Orang Bali ada empat bagian atau lapisan, yakni Brahmana, Satria, Waisya hingga Sudra. Jelas, pada sistem ini seseorang tentu kesulitan berpindah kelas, sebab sistem kasta diperoleh dari garis keturunan.

Ketiga, adanya sistem kasta yang menentukan hak waris seseorang. Seperti, sistem kasta kerajaan Inggris maupun kerajaan-kerajaan Eropa. Mereka yang merupakan keturunan dari raja maupun ratu pemimpin kerajaan pasti akan memperoleh warisan atau bisa meneruskan tahta ratu atau raja.

Itulah pengertian, sifat, serta contoh stratifikasi tertutup. Semoga bermanfaat!. (EK)