3 Dampak Positif Revolusi Hijau yang Wajib Diketahui

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Revolusi hijau adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan besar-besaran dalam sektor pertanian pada pertengahan abad ke-20. Ada beberapa dampak positif revolusi hijau yang dilakukan.
Revolusi yang fokus pada sektor pertanian ini diawali dengan pengembangan varietas tanaman unggul agar hasil panen menjadi lebih maksimal.
3 Dampak Positif Revolusi Hijau
Dikutip dari buku Pasti Bisa Sejarah indonesia untuk SMA/MA Kelas XII karya Tim Ganesha Operation, (Penerbit Duta) revolusi hijau pada dasarnya adalah perubahan cara bercocok tanam dari tradisional ke cara yang lebih modern.
Revolusi yang satu ini ditandai dengan berkurangnya ketergantungan petani pada cuaca dan alam digantikan dengan peran dari ilmu pengetahuan juga teknologi guna meningkatkan hasil panen.
Revolusi hijau dimulai dengan penemuan dan pengembangan varietas tanaman unggul, terutama padi, gandum, dan jagung, yang mampu menghasilkan panen lebih tinggi dengan penggunaan pupuk, pestisida, dan irigasi yang optimal.
Revolusi hijau di Indonesia dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, yang mengadopsi program Panca Usaha Tani dan Sapta Usaha Tani.
Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui pengolahan tanah yang baik, pengairan teratur, pemilihan bibit unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pasca panen, dan pemasaran.
Revolusi hijau berhasil menjadikan di Indonesia bisa mencapai swasembada beras pada 1984 dan menjadi sebagai salah satu produsen pangan terbesar di dunia.
Revolusi hijau juga membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani, ekonomi pedesaan, dan ketahanan pangan nasional. Berikut beberapa dampak positif revolusi hijau di Indonesia:
1. Kesejahteraan Petani Meningkat
Dengan adanya varietas tanaman unggul yang berumur pendek, petani dapat menanam lebih sering dalam setahun dan mendapatkan hasil panen yang lebih banyak. Hal ini meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi kemiskinan di pedesaan.
2. Ekonomi Pedesaan Menguat
Dengan hasil panen yang melimpah, petani dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri dan menjual sisanya ke pasar. Hal ini merangsang pertumbuhan ekonomi di pedesaan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi tenaga kerja non-pertanian.
3. Ketahanan Pangan Nasional Meningkat
Dengan produksi pangan yang berlimpah, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan domestik dan bahkan mengekspor ke luar negeri. Hal ini meningkatkan kemandirian pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Baca juga: Tujuan Kongres Pemuda Seluruh Jawa yang Perlu Diketahui
Itulah penjelasan mengenai dampak positif revolusi hijau di Indonesia. Di mana salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan petani. (WWN)
