Konten dari Pengguna

3 Kesenian Suku Bali yang Menarik dan Kaya Nilai Sejarah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Kesenian Suku Bali. Sumber: Aditya Agarwal/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Kesenian Suku Bali. Sumber: Aditya Agarwal/Pexels.com

Suku Bali mempunyai banyak kesenian yang mengandung makna filosofis. Kesenian suku Bali hingga sekarang terus dilestarikan dan termasuk salah satu daya tarik pengunjung untuk datang ke Pulau Dewata.

Kesenian Bali tersebut selain menarik juga kaya nilai sejarah. Dengan melestarikan kesenian Bali, maka melestarikan juga keberagaman di Indonesia. Berikut kesenian dalam masyarakat suku Bali yang masih ada hingga sekarang. Simak penjelasan di bawah ini!

Kesenian Suku Bali yang Menarik

Ilustrasi: Kesenian Suku Bali. Sumber: Danang DKW/Pexels.com

Pram dalam buku berjudul Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya menjelaskan bahwa suku Bali merupakan suku bangsa yang mendiami Pulau Bali, Indonesia. Suku Bali terbagi menjadi dua, yakni suku Bali Aga dan suku Bali Majapahit.

Masyarakat Bali Aga atau disebut juga Bali Mula adalah orang-orang Bali yang paling awal mendiami Pulau Bali. Sekarang ini, masyarakat Bali Aga mendiami kawasan Karangasem di Kintamani.

Sedangkan, masyarakat Bali Majapahit merupakan orang-orang Bali keturunan Majapahit. Sejak dulu, Bali adalah negara bawahan Kerajaan Majapahit. Masyarakat Bali Majapahit ini bisa ditemui di sebagian besar Pulau Bali.

Adapun beberapa kesenian suku Bali yang kaya nilai sejarah dan masih lestari hingga sekarang, yaitu:

1. Tari Kecak

Pertunjukan kesenian khas Bali ini menggabungkan drama serta tari. Tari Kecak mempunyai makna kisah Ramayana, yakni menggambarkan tentang kisah penculikan Dewi Sinta oleh Rahwana dan perjuangan Rama untuk membebaskan istrinya tersebut.

Tari Kecak ditampilkan tanpa menggunakan iringan alat musik. Jumlah penarinya kurang lebih 70 orang dan duduk melingkar dengan melantunkan ‘cak cak cak’, dan inilah yang menjadi asal-usul Tari Kecak.

2. Ngaben

Ngaben merupakan upacara pemakaman jenazah dalam masyarakat Hindu di Bali. Ngaben asalnya dari ngabu yang berarti abu. Ngaben disebut juga penyucian dengan api.

Ngaben bertujuan menyucikan roh yang telah meninggal dunia serta mengembalikan unsur pembentuk badan kasar manusia (Panca Maha Bhuta) kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan.

3. Tari Pendet

Kesenian suku Bali selain Tari Kecak adalah Tari Pendet. Tari ini terkenal dengan keunikannya, yakni lirikan mata serta properti yang dipakai. Tari Pendet juga termasuk tarian paling tua di Bali.

Fungsi awal Tari Pendet adalah sebagai ritual keagamaan, namun dimodifikasi menjadi tarian penyambutan pada masa I Wayan Beratha di tahun 1962. Tari Pendet ditampilkan dengan iringan musik gamelan.

Itulah kesenian suku Bali yang menarik dan kaya nilai sejarah yang terus lestari hingga sekarang. Semoga bermanfaat! (Ek)