3 Penyebab Kemunduran Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 Tahun 1957

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ali Sastroamidjojo 2 merupakan kabinet yang pernah melaksanakan pemerintahan di Indonesia pada tahun 1956 – 1957. Kemunduran Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 terjadi karena banyak faktor.
Salah satu faktor penyebab kemundurannya adalah perpecahan yang terjadi di antara Masyumi dan PNI. Kondisi itu membuat Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 mengalami kesulitan karena Masyumi menarik para menterinya dari kabinet.
3 Penyebab Kemunduran Kabinet Ali Sastroamidjojo 2
Pada masa pemerintahan Ir. Soekarno, Indonesia pernah mengalami beberapa kali pergantian kabinet. Salah satu kabinet yang pernah melaksanakan pemerintahan di Indonesia adalah Kabinet Ali Sastroamidjojo 2.
Kabinet tersebut dibentuk atas penunjukkan Presiden Soekarno terhadap Ali Sastroamidjojo untuk membentuk kabinet baru pada 8 Maret 1956. Hasil penunjukkan tersebut adalah diumumkannya Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 pada 20 Maret 1956.
Namun, kabinet tersebut tidak berlangsung lama sebab mengalami kemunduran dan berakhir pada tahun 1957. Penyebab kemunduran Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 ada banyak, tiga di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Berkobarnya Semangat Anti Tionghoa
Mengutip dari buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 3 untuk SMA/MA Kelas XII, Abdurakhman dan Arif (2019: 100), Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 menghadapi berbagai kesulitan, di antaranya berkobarnya semangat anti Tionghoa dalam masyarakat.
Kondisi itu terjadi karena kedudukan Istimewa golongan Tionghoa dalam perdagangan. Pada masa itu, banyak pengusaha Belanda menjual perusahaannya kepada orang Tionghoa yang memang memiliki modal besar untuk membeli perusahaan.
2. Kegagalan Mengatasi Irian Barat
Selain berkobarnya semangat anti Tionghoa, Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 juga berhadapan dengan masalah Irian Barat. Kabinet tersebut gagal memaksa Belanda untuk menyerahkan Irian Barat.
Kondisi itu kemudian berdampak pada pembatalan hasil Konferensi Meja Bundar serta menimbulkan permasalahan baru. Mengutip dari buku yang sama, Abdurakhman dan Arif (2019: 100), permasalahan ini terkait nasib modal pengusaha Belanda di Indonesia.
3. Perpecahan antara Masyumi dan PNI
Faktor lain yang juga menyebabkan Kabinet Ali Sastroamidjojo 2 mengalami kemunduran pada tahun 1957 adalah terjadinya perpecahan antara Masyumi dan PNI. Padahal PNI dan Masyumi merupakan bagian dari koalisi Kabinet Ali Sastroamidjojo 2.
Perpecahan itu membuat kabinet yang dipimpin oleh Ali Sastroamidjojo 2 semakin mengalami kesulitan. Bahkan, Masyumi beserta Ikatan Pembela Kemerdekaan Indonesia (IPKI) menarik para menterinya dari kabinet tersebut.
Kini menjadi jelas bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan Kemunduran Kabinet Ali Sastroamidjojo 2. Tiga di antaranya adalah berkobarnya semangat anti Tionghoa, kegagalan mengatasi Irian Barat, serta perpecahan Masyumi dan PNI. (AA)
