3 Tujuan Organisasi GAPI dan Latar Belakang Terbentuknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terdapat berbagai tujuan organisasi GAPI yang menjadi arah berjalannya organisasi satu ini.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Nana Supriatna, dkk., GAPI berdiri pada 1939 atas prakarsa Moh. Husni Thamrin. Berdirinya GAPI dilakukan setelah Petisi Sutardjo ditolak Ratu Belanda pada November 1938.
Lantas, apa tujuan organisasi GAPI beserta latar belakang pembentukannya?
Tujuan Organisasi GAPI
Berikut ini tujuan organisasi GAPI:
Menyatukan partai-partai politik di Indonesia dalam perjuangan kedaulatan pemerintahan Indonesia.
Demokratisasi pemerintahan Indonesia dengan menuntut dibentuknya parlemen atau lembaga legislatif di mana anggotanya dipilih langsung oleh rakyat serta pemerintah harus bertanggung jawab langsung mengenai parlemen tersebut.
Mencegah terjadinya konflik yang dapat terjadi antar partai dengan melakukan perjuangan kemerdekaan serta menjaga solidaritas dan toleransi antara anggota GAPI.
Selain tujuan, GAPI juga mempunyai asas sebagai berikut:
Hak menentukan nasib bangsa Indonesia sendiri dengan menolak berbagai bentuk penjajahan dan intervensi asing.
Persatuan nasional Indonesia yang berpedoman pada prinsip kerakyatan dalam paham ekonomi, sosial, dan politik.
Persatuan aksi semua organisasi pergerakan Indonesia dengan menggalang kerja sama serta koordinasi antara GAPI dan organisasi lain dengan tujuan yang sama.
Latar Belakang Organisasi GAPI
GAPI merupakan organisasi yang terdiri dari berbagai partai politik Indonesia dengan aliran nasionalis pada masa pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Organisasi satu ini terbentuk pada 21 Mei 1939 di Jakarta karena inisiatif Mohammad Hoesni Thamrin, yaitu ketua departemen politik Parindra.
Ada berbagai latar belakang berdirinya organisasi GAPI. Salah satunya adalah sebagai bentuk menyikapi gagalnya Petisi Soetardjo pada 1936. Petisi tersebut adalah usulan anggota Volksraad Soetardjo Kartohadikusumo dalam memberi otonomi untuk Indonesia.
Petisi yang meminta otonomi selama 15 tahun tersebut ditolak pemerintah kolonial Belanda dengan alasan Indonesia dianggap belum siap berdiri sendiri.
Selain itu, GAPI juga berdiri sebagai bentuk menghadapi ancaman fasisme dunia internasional. Ancaman tersebut terutama datang dari Jerman Nazi serta Italia yang ketika itu bersekutu dengan Jepang, musuh utama Belanda.
GAPI merasa khawatir apabila paham fasisme menyebar ke pemerintah kolonial Belanda yang akan mengancam demokrasi Indonesia.
Itu dia sekilas pembahasan mengenai tujuan organisasi GAPI dan latar belakang pembentukannya.(LAU)
