Konten dari Pengguna

35 Pakaian Adat di Indonesia dari Semua Provinsi dan Cirinya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pakaian adat di Indonesia. Sumber: Aditya Agarwal/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pakaian adat di Indonesia. Sumber: Aditya Agarwal/pexels.com

Pakaian adat adalah salah satu budaya yang perlu dilestarikan. Indonesia sendiri memiliki beragam pakaian adat yang berbeda untuk setiap provinsi. Adapun salah satu pakaian adat di Indonesia adalah baju Ulee Balang di Aceh.

Kusuma dan Faidah dalam Konsepsi Kecantikan Dibalik Tata Rias Pengantin Bercadar Pada Media Instagram menyebutkan bahwa baju Ulee Balang adalah pakaian adat Aceh yang umumnya digunakan saat pernikahan.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar pakaian adat di Indonesia, simak selengkapnya di artikel ini.

Pakaian Adat di Indonesia

Ilustrasi pakaian adat di Indonesia. Sumber: Dimitri Dim/pexels.com

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, Indonesia memiliki beragam pakaian adat bergantung pada setiap provinsinya. Berikut ini beberapa pakaian adat di Indonesia.

  1. Baju Ulee Balang (Aceh). Baju adat ini ditujukan untuk pria maupun wanita. Pada pria, baju ini terdiri dari bagian atas, tengah, dan bawah. Sementara itu, untuk wanita, bajunya dinamakan dengan Daro Baro.

  2. Baju Bundo Kanduang (Sumatera Barat). Baju adat ini identik dengan warna merah dan memiliki penutup kepala.

  3. Baju Ulos (Sumatera Utara). Baju adat ini dominan dengan warna hitam, merah, serta putih.

  4. Baju Aesan Gede (Sumatera Selatan). Baju adat ini biasanya digunakan untuk upacara pernikahan. Ciri-cirinya terletak pada aksesorinya berupa perhiasan berwarna keemasan.

  5. Baju Teluk Belanga (Kepulauan Riau). Pakaian adat untuk laki-laki ini memiliki kerah serta berkancing. Adapun jenis kancing yang digunakan adalah kancing tep, emas, atau permata.

  6. Baju Kebaya Laboh dan Kurung Cekak Musang (Riau). Baju adat untuk wanita bernama Kebaya Laboh, sedangkah pria bernama Kurung Cekak Musang.

  7. Baju Betabur (Bengkulu). Baju adat yang digunakan wanita terdiri dari betabur dan songket, sedangkan pria mengenakan betabur, celana, dan songket.

  8. Baju Kurung (Jambi). Baju ini berasal dari bahan belundru, santung, atau saten yang memiliki warna emas, merah, atau biru.

  9. Baju Paksian (Bangka Belitung). Pakaian adat ini umumnya digunakan untuk pengantin yang berasal dari kain besusur atau kain cual.

  10. Baju Tulang Bawang (Lampung). Pakaian adat ini kental dengan unsur ketimuran dan memiliki model tertutup.

  11. Baju Pangsi (Banten). Pangsi adalah setelan pakaian kemeja polos longgar dan celana panjang yang longgar.

  12. Baju Kebaya Encim (DKI Jakarta). Pakaian adat asal Suku Betawi ini adalah campuran dari budaya Betawi dan Tionghoa.

  13. Baju Kebaya Sunda (Jawa Barat). Pakaian ini sama dengan kebaya umumnya. Perbedaannya terletak pada motif di bagian leher.

  14. Baju Kesatrian Ageng (Yogyakarta). Pakaian adat ini terdiri dari surjan, celana, kain batik untuk pinggang, dan hiasan kepala.

  15. Baju Jawi Jangkep (Jawa Tengah). Pakaian adat ini didominasi oleh warna hitam yang umumnya dikenakan dalam acara resmi, seperti pernikahan.

  16. Baju Pesa'an (Jawa Timur). Pakaian adat ini umumnya dikenakan oleh pria yang terdiri atas kaun dengan garis merah dan putih, baju luar berwarna hitam, dan celana hitam longgar.

  17. Baju Payas Agung (Bali). Pakaian ini umumnya dikenakan untuk upacara potong gigi maupun pernikahan.

  18. Baju Amarasi (NTT). Baju ini berasal dari kain tenun ikat serta baju bodo.

  19. Baju Pegon (NTB). Pakaian ini menggunakan kain berwarna gelap dan memiliki campuran budaya Jawa.

  20. Pakaian King Bibinge dan King baba (Kalimantan Barat). Pakaian adat ini berasal dari bahan kulit kayu kapuo dan memiliki hiasan manik-manik.

  21. Baju Upak Nyamu (Kalimantan Tengah). Pakaian adat ini berasal dari kulit nyamu yang sering dibentuk rompi atau baju tanpa lengan.

  22. Baju Bagajah Gamuling Baular Lulut (Kalimantan Selatan). Baju ini telah ada sejak masa kerajaan Hindu. Pada wanita, biasanya dipakaikan kemben.

  23. Baju Ta'a dan Sapei Sapaq (Kalimantan Utara). Ta'a terdiri dari sarung yang memiliki anyaman manik. Sementara Sapei Sapaq adalah baju dengan bentuk khusus yang mempunyai motif, taring, serta gigi macan.

  24. Baju Kustin (Kalimantan Timur). Pakaian ini berasal dari Suku Kutai dan menjadi baju kebesaran.

  25. Baju Pattuqduq Towaine (Sulawesi Barat). Pakaian adat ini memiliki bagian atasan, sarung Mandar, dan jenis sarung lainnya.

  26. Baju Laku Tepu (Sulawesi Utara). Pakaian adat ini memiliki ciri berupa terusan panjang.

  27. Baju Nggembe (Sulawesi Tengah). Pakaian adat ini memiliki ciri khas warna kuning atau merah dengan kombinasi cokelat atau hitam.

  28. Baju Bodo (Sulawesi Selatan). Pakaian adat ini memiliki bentuk segi empat dan berlengan pendek.

  29. Baju Babu Nggawi (Sulawesi Tenggara). Pakaian adat ini terdiri dari atasan bernama lipa hinoru dan bawahan berupa roo mendaa.

  30. Baju Biliu dan Makuta (Gorontalo). Pakaian adat ini dikenal cukup glamor, karena memiliki banyak hiasan. Selain itu, pakaian ini juga mempunyai sentuhan Islami.

  31. Baju Manteren Lamo (Maluku Utara). Pakaian adat ini terdiri atas jas merah dengan bordiran emas dan aksesori kepala.

  32. Baju Cele (Maluku). Pakaian ini berbentuk kebaya dengan campuran kain salele.

  33. Baju Koteka (Papua). Pakaian adat ini telah digunakan sejak zaman dahulu. Pada pria, difungsikan untuk menutupi area kemaluannya.

  34. Baju Ewer (Papua Barat). Pakaian adat ini berasal dari jerami yang dikeringkan.

  35. Baju Pummi (Papua Selatan). Pakaian adat ini memiliki bentuk rumbai-rumbai dan berasal dari anyaman daun sagu.

Demikian sejumlah informasi seputar pakaian adat di Indonesia yang perlu diketahui. [ENF]