Konten dari Pengguna

4 Adat Istiadat di Berbagai Daerah di Indonesia mengenai Pernikahan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Adat Istiadat di Berbagai Daerah di Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Nathan Dumlao
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Adat Istiadat di Berbagai Daerah di Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Nathan Dumlao

Setiap orang Indonesia tentu mengetahui bahwa negeri ini mempunyai banyak macam adat istiadat terkait pernikahan. Contoh adat istiadat di berbagai daerah di Indonesia, yaitu Mappacci, Adhol Dhawet, Ngeuyeuk Seureuh, dan Memadik.

Empat adat istiadat tersebut mempunyai wilayah asal masing-masing. Contohnya, Mappacci dari Bugis dan Adhol Dhawet dari Jawa.

4 Adat Istiadat di Berbagai Daerah di Indonesia yang Memiliki Kaitan dengan Pernikahan

Ilustrasi Adat Istiadat di Berbagai Daerah di Indonesia. Sumber: Unsplash.com/Jeremy Wong Weddings

Adat istiadat di berbagai daerah di Indonesia mengenai pernikahan merupakan topik pembahasan yang tidak akan selesai dalam satu waktu. Hal tersebut wajar terjadi karena negeri yang dilalui oleh garis khatulistiwa ini mempunyai banyak macam tradisi.

Berbeda suku dan wilayah akan berbeda pula tradisi mengenai pernikahan. Berikut empat contoh adat istiadat yang memiliki kaitan dengan pernikahan di Indonesia:

1. Mappacci

Mappacci merupakan salah satu adat istiadat mengenai pernikahan ada di wilayah Sulawesi Selatan. Tradisi tersebut berasal dari masyarakat Suku Bugis menjelang hari pernikahan.

Mappacci sendiri memiliki makna sebagai membersihkan jiwa serta raga. Tujuannya, agar lebih siap dalam menempuh hidup yang baru.

2. Adhol Dhawet

Adhol Dhawet merupakan tradisi mengenai pernikahan adat Jawa, terlebih khusus di wilayah Jawa Tengah serta Yogyakarta. Tradisi tersebut biasanya dilaksanakan setelah prosesi siraman dan menyiratkan kerja sama dalam mencari nafkah.

3. Ngeuyeuk Seureuh

Ngeuyeuk Seureuh merupakan tradisi pernikahan adat Sunda. Mengutip dari buku 70 Tradisi Unik Suku Bangsa di Indonesia, Nasution (2019: 101), Ngeuyeuk Seureuh dilakukan sehari sebelum perkawinan dengan dihadiri oleh orang tua calon pengantin.

Tradisi tersebut dipimpin oleh pengetua. Adapun tujuan Ngeuyeuk Seureruh adalah menasihati kedua calon mempelai tentang pandangan hidup serta cara menjalankan kehidupan berumah tangga.

4. Memadik

Memadik merupakan tradisi pernikahan adat Bali. Ketika Memadik, keluarga calon mempelai pria mendatangi kediaman calon mempelai wanita.

Kegiatan itu memiliki tujuan untuk melakukan lamaran. Mengutip dari buku 10 Tradisi Pernikahan Unik Indonesia, Dewastika (2023: 44), pada acara memadik, kedua keluarga menentukan tanggal atau hari baik untuk menyelenggarakan pernikahan.

Setelah menyimak pemaparan singkat di atas, diketahui bahwa ada banyak adat istiadat di berbagai daerah di Indonesia. Empat contohnya adalah Mappacci dari Bugis, Adhol Dhawet dari Jawa, Ngeuyeuk Seureuh dari Sunda, dan Memadik dari Bali. (AA)