4 Dampak Imperialisme di Indonesia dalam Berbagai Bidang Kehidupan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dampak imperialisme di Indonesia mencakup berbagai bidang kehidupan, salah satunya adalah bidang politik. Pada masa penjajahan Belanda, Indonesia pernah mengalami politik pecah belah atau devide et impera yang membuat masyarakatnya terpecah belah.
Selain di bidang politik, dampak imperialisme juga mencakup bidang ekonomi dan sosial budaya. Beberapa contoh dampaknya adalah Indonesia memiliki perbankan modern serta memahami pentingnya semangat persatuan dan kesatuan.
4 Dampak Imperialisme di Indonesia
Imperialisme secara bahasa memiliki makna sebagai sistem politik yang bertujuan menjajah negara lain. Indonesia merupakan salah satu bangsa di dunia yang pernah mengalami imperialisme Belanda.
Imperialisme Belanda di negeri Zamrud Khatulistiwa ini terjadi sangat lama, yakni sekitar 350 tahun. Lamanya masa penjajahan tersebut tentu menimbulkan banyak dampak dalam berbagai bidang kehidupan di Indonesia.
Berikut adalah dampak imperialisme di Indonesia pada masa Belanda dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya.
1. Bidang Politik
Selaras dengan makna imperialisme, imperialisme Belanda di Indonesia juga meliputi bidang politik. Dikutip dari buku Inti Materi Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Kelas 10, 11, 12, Tim Maestro Genta (2020: 50), beberapa dampak imperialisme dalam bidang politik, yaitu:
Pemerintah kolonial menerapkan kebijakan yang ketat dan cenderung menindas.
Politik memecah belah (devide et impera) menyebabkan martabat rakyat Indonesia jatuh dan menjadi tidak berdaulat.
Struktur pemerintahan berubah dari sistem kerajaan menjadi sistem kolonial.
Terjadinya dualisme pemerintahan dengan adanya pemerintahan Eropa dan pemerintahan pribumi.
2. Bidang Ekonomi
Selain memberi dampak pada bidang politik, imperialisme Belanda juga berdampak pada bidang ekonomi. Beberapa dampaknya, yaitu:
Terjadinya pembangunan infrastruktur perdagangan, seperti Jalan Raya Anyer Panarukan pada masa pemerintahan Daendels.
Pembangunan jalur kereta api serta pelabuhan yang mendukung perkembangan ekonomi.
Berdirinya kantor pos di Batavia.
3. Bidang Pendidikan
Pendidikan juga menjadi bidang yang mengalami dampak imperialisme. Beberapa dampak imperialisme dalam bidang pendidikan, yaitu:
Program pendidikan membuat Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar.
Munculnya program edukasi dalam politik balas budi yang membuka peluang pembelajaran dan pengajaran.
4. Bidang Sosial Budaya
Dikutip dari buku yang sama, Tim Maestro Genta (2020: 51), dampak imperialisme dalam bidang sosial budaya, yaitu:
Perkembangan budaya Barat yang cenderung dipaksakan telah menggeser nilai-nilai budaya Indonesia.
Semangat persatuan, kekerabatan, gotong-royong, kesantunan, dan budi pekerti luhur mulai bergeser.
Ilmu pengetahuan, sejarah, dan budaya mengalami perkembangan pada masa Raffles.
Setelah menyimak pemaparan di atas, jelas bahwa ada banyak dampak imperialisme di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Indonesia mengalami politik pecah belah, politik balas budi, serta kebijakan kerja rodi. (AA)
