4 Faktor Penyebab Kegagalan Program Ali Baba yang Penting Dipahami

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada berbagai faktor penyebab kegagalan program Ali Baba yang dapat dipelajari.
Dikutip dari buku Sejarah oleh Habib Mustopo, dkk., sistem ekonomi Ali Baba diprakarsai oleh Mr. Ishaq Tjokrohadisurjo, yaitu menteri perekonomian Kabinet Ali Sastroamijoyo I.
Dalam sistem ini, Ali digambarkan sebagai pengusaha pribumi, sedangkan Baba adalah pengusaha nonpribumi. Setelah dijalankan, ternyata program Ali Baba mengalami kegagalan. Bagaimana penjelasannya?
Mengenal Sistem Ekonomi Ali Baba
Sistem ekonomi Ali Baba berawal dari Mr. Iskaq Cokrohadisuryo yang merupakan Menteri Perekonomian dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Kebijakan satu ini bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia yang berantakan setelah kemerdekaan.
Saat itu, ekonomi Indonesia masih tidak stabil dengan pemerintah yang mengalami defisit. Ketika itu, pemerintah harus menanggung defisit sejumlah Rp5,1 miliar dengan hutang luar negeri sebesar Rp1,5 triliun.
Sistem ekonomi Ali Baba mempunyai tujuan utama untuk memajukan pengusaha pribumi agar mampu bersaing dengan pengusaha asing. Tujuan lain dari sistem ekonomi satu ini yaitu:
Agar pengusaha pribumi mampu memajukan ekonomi nasional
Pertumbuhan serta perkembangan pengusaha pribumi dalam rangka merombak ekonomi kolonial menjadi nasional
Memajukan ekonomi Indonesia dengan menjalin hubungan kerjasa dengan pengusaha nonpribumi
Faktor Penyebab Kegagalan Program Ali Baba
Sayangnya, program ekonomi Ali Baba mengalami kegagalan. Kebijakan satu ini tidak mampu mendorong pengusaha pribumi untuk berkembang. Sebaliknya justru menciptakan kelompok makelar lisensi.
Adapun berbagai faktor penyabab kegagalan program Ali Baba adalah sebagai berikut:
Banyak pengusaha pribumi mengalihkan usaha pada para pengusaha non pribumi
Kredit yang diberikan tidak dapat digunakan dengan baik oleh pengusaha pribumi
Kredit yang mulanya bertujuan mendorong kegiatan produksi justru digunakan unutk kegiatan konsumsi
Pengusaha pribumi gagal memanfaatkan kredit secara maksimal sehingga kurang berdampak positif terhadap kondisi ekonomi Indonesia ketika itu
Dampak Sistem Ali Baba
Dari pelaksanaan sistem Ali Baba, terdapat berbagai dampak yang dirasakan. Salah satunya yaitu semakin berkembangnya peran pengusaha pribumi dalam memajukan ekonomi Indonesia.
Tak hanya itu, bank swasta nasional serta perusahaan perkapalan swasta nasional juga bertumbuh. Hal tersebut didukung oleh bantuan kredit yang diberikan pemerintah. Namun, dari sisi negatifnya, kebijakan ini menyebabkan penjualan lisensi secara ilegal.
Nah itu dia sekilas pembahasan mengenai faktor penyebab kegagalan program Ali Baba.(LAU)
