4 Kemajuan yang Dicapai pada Masa Bani Abbasiyah

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bani Abbasiyah adalah daulah yang berkuasa selama 508 tahun. Dalam jangka waktu tersebut, Bani Abbasiyah tentu mencapai berbagai kemajuan. Salah satu aspek kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah adalah dari segi ilmu pengetahuan.
Menurut tuturan Wangi dan Mujab dalam Masa Keemasan Dinasti Abbasiyah (Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Politik, Ekonomi dan Sosial Budaya), ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah sendiri mengalami perkembangan di beberapa aspek, seperti ilmu hadits, filsafat, hingga kedokteran.
Untuk mengetahui lebih lanjut seputar kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah, simak dalam artikel berikut ini.
Kemajuan yang Dicapai pada Masa Bani Abbasiyah
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, Bani Abbasiyah mencapai berbagai kemajuan, khususnya di bidang ilmu pengetahuan. Adapun beberapa bentuk kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah adalah:
1. Bidang Ilmu Pengetahuan
Salah satu kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah adalah di bidang ilmu pengetahuan. Di bidang ini, terjadi berbagai perkembangan, antara lain:
Menerapkan gerakan penerjemahan buku asing ke dalam bahasa Arab. Buku-buku tersebut berkaitan dengan beragam aspek, seperti ilmu tata negara, ilmu kedokteran, filsafat, sasatra, dan lainnya.
Membangun perpustakaan bernama Baitul Hikmah. Semasa kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun, perpustakaan ini juga berkembang menjadi universitas dan pusat penelitian.
Mendirikan lembaga pendidikan dan kesusastraan.
Berkembangnya ilmu fikih yang melahirkan beberapa ahli, seperti Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i, dan Imam Hambali.
Perkembangan ilmu hadis dan munculnya para perawi hadis, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasa'i.
Berkembangnya ilmu tasawuf dan munculnya beberapa ulama, seperti Junaid Al-Baghdadi yang melahirkan kitab Majmur'ah Rasil Al-Junaid. Ada pula Abu Kaim Abul Karim bin Hawazin Al-Qusyairi dan Iman Ghazali.
Munculnya ulama di bidang ilmu tafsir, seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, Muqatil Ibnu Mufasir, Abu Muslim Muhammad bin Baadr Al-Ishfahani, dan lainnya.
Pada ilmu bahasa dan sastra, sastrawan melakukan kombinasi dengan sumber dari luar Arab, munculnya penyair, seperti Ibnu Muqaffa, Ibnu Rummy, hingga Abu Nawas.
Perkembangan ilmu kalam yang melahirkan beberapa tokoh, seperti Abu Huzai, Al-Juba'i, hingga Abu Hasan Al-Asyary.
Perkembangan ilmu filsafat yang melahirkan para filsuf, seperti Al-Kindi, Al-Farabbi, hingga Ibnu Sina.
Perkembangan ilmu kedokteran yang melahirkan para dokter ternama, seperti Ar-Razi dan Ibnu Sina.
Perkembangan ilmu kimia yang melahirkan ilmuan bernama Jabir bin Hayyan.
Berkembangnya ilmu astronomi dan pembangunan observatorium. Beberapa ilmuan astronomi pada masa Bani Abbasiyah adalah Al-Farghani, Al-Biruni, dan Al-Battani.
Perkembangan ilmu matematika yang melahirkan beberapa ilmuan, seperti Al-Khawarizmi, Abul Wafa, hingga Abu Kamil.
Perkembangan ilmu fisika yang melahirkan beberapa tokoh, seperti Al-Biruni dan Al-Bakhi.
Perkembangan ilmu falak dengan ilmuan yang terkenal adalah Muhammad Al-Fazzari.
2. Bidang Politik Pemerintahan dan Militer
Pada dasarnya, Bani Abbasiyah cenderung berfokus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Meski begitu, bidang politik dan militernya juga patut disorot.
Pada masa ini, sistem yang diterapkan adalah monarki dengan kekuasaan selama 508 tahun dan dipimpin oleh 37 khalifah.
3. Bidang Ekonomi
Wilayah kekuasaan Bani Abbasiyah sangat luas dan setiap daerah memiliki kelebihannya masing-masing. Misalnya, di Kufah dan Damaskus yang terdapat industri sutra, industri wol dan sutra di Khurasan, industri sabun dan gelas di Basrah, industri senjata, perkapalan, dan kulit di Andalusia, hingga industri tekstil di Mesir.
Adapula penerapan sistem pajak, yaitu:
Al-Muhasabah: sistem pajak dengan pembayaran sesuai dengan jumlah kepemilikan tanah.
Al-Muqasamah: sistem pajak dengan pembayaran sesuai dengan hasil tanah yang diperoleh.
Al-Muqahtha'ah: sistem pajak dengan pembayaran berdasarkan setiap wilayah.
4. Bidang Sosial Budaya
Perkembangan bidang sosial budaya di masa Bani Abbasiyah dipengaruhi oleh proses akulturasi serta asimilasi. Hal ini dapat dilihat dari bangunan dan arsitekturnya.
Misalnya, pada bangunan istana Qasrul Khuldi dan Qashrul Dzahabi, Masjid Agung Samarra, hingga pembangunan Kota Baghdad.
Demikian sederet informasi mengenai kemajuan yang dicapai pada masa Bani Abbasiyah. [ENF]
