4 Macam Baju Adat Sulawesi Utara yang Memiliki Nama Unik

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baju adat dari setiap wilayah Indonesia umumnya mempunyai nama tersendiri yang unik. Hal itu terjadi juga pada baju adat Sulawesi Utara yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia bagian timur.
Contoh nama unik dari pakaian adat Sulawesi Utara adalah Biliu dan Mukuta. Biliu dan Mukuta merupakan sepasang pakaian adat Gorontalo yang biasa dikenakan ketika upacara perkawinan.
4 Macam Baju Adat Sulawesi Utara
Sulawesi Utara merupakan salah satu nama provinsi yang ada di wilayah Indonesia, tepatnya di bagian timur Indonesia. Layaknya sebuah provinsi, Sulawesi Utara juga mempunyai ciri khas tersendiri yang membuatnya unik serta menarik.
Salah satu ciri khas tersebut terletak pada baju adat Sulawesi Utara. Berikut adalah empat contoh pakaian adat Sulawesi Utara yang mempunyai nama unik.
1. Biliu
Biliu adalah pakaian daerah khas Gorontalo yang biasa dikenakan saat upacara perkawinan, tepatnya oleh mempelai perempuan. Dikutip dari buku Ensiklopedi Seni dan Budaya 3, Sugiarto (2016: 26), berikut macam-macam aksesori Biliu, yaitu:
Baya Lo Boute yang merupakan ikat kepala khusus untuk rambut mempelai wanita.
Tuhi-tuhi yang merupakan gafah berjumlah 7 sebagai simbol adanya 7 kerajaan besar.
Lai-lai yang merupakan bulu burung atau unggas berwarna putih.
Bouhu Wulu Wawu Dehu yang merupakan kalung keemasan.
2. Mukuta
Jika ada Biliu sebagai pakaian mempelai perempuan, artinya pasti ada pakaian untuk mempelai laki-laki. Pakaian adat Gorontalo untuk mempelai laki-laki memiliki nama Mukuta.
Dikutip dari buku yang sama, Sugiarto 2016: 26), Mukuta dan Biliu disusun atas kain berwarna kuning keemasan. Selain itu, ada pula yang berwarna ungu dan hijau.
3. Popehe
Nama pakaian adat dari Sulawesi Utara yang selanjutnya adalah Popehe. Popehe merupakan sejenis kain dari kofo.
Cara memakai kain tersebut adalah mengikatnya pada pinggang sebelah kiri dengan ujung terurai ke bawah. Popehe memiliki fungsi untuk memperindah pakaian serta simbol pembangkit semangat.
4. Paparong
Serupa dengan Popehe, Paparong juga merupakan sehelai kain. Namun, cara memakainya berbeda dengan Popehe.
Cara memakai Paparong adalah mengikat pada bagian kepala dan menutupi dahi. Paparong terbuat dari kain kofo berbentuk segitiga sama sisi.
Setelah menyimak pemaparan di atas, jelas bahwa baju adat Sulawesi Utara memiliki banyak nama unik. Setiap nama pakaian tersebut mempunyai fungsi yang berbeda, baik itu Biliu, Mukuta, Popehe, maupun Paparong. (AA)
