4 Nama Pakaian Adat Suku Jawa Tengah beserta Ciri Uniknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pakaian adat suku Jawa Tengah mempunyai banyak dana serta ciri yang unik. Salah satu contoh adalah pakaian adat dengan nama jawi jangkep.
Jawi jangkep merupakan pakaian resmi adat Jawa Tengah untuk pria. Pakaian tersebut terdiri dari beberapa perlengkapan, seperti beskap, kain jarik, belangkon, serta keris dan alas kaki.
4 Nama Pakaian Adat Suku Jawa Tengah
Pakaian adat suku Jawa adalah salah satu bukti keberagaman tradisi serta budaya di Indonesia. Dikatakan demikian karena pakaian ini memiliki banyak nama serta ciri yang unik.
Berikut adalah penjelasan mengenai empat contoh pakaian adat dari suku Jawa Tengah beserta ciri uniknya:
1. Jawi Jangkep
Mengutip dari buku Ensiklopedi Seni dan Budaya 3, Sugiarto (2016: 35), jawi jangkep adalah pakaian pria yang terdiri atas beberapa kelengkapan dan umumnya digunakan untuk keperluan adat. Perlengkapan yang terdapat dalam jawi jangkep, yaitu:
Baju beskap dengan motif bunga;
Kain jarik yang dililit di pinggang;
Belangkon; serta
Aksesori, seperti keris dan cemila (alas kaki).
2. Kebaya
Jika jawi jangkep merupakan pakaian adat untuk pria, maka kebaya merupakan pakaian adat untuk wanita. Kebaya umumnya memiliki bahan dasar berupa kain katun, beludru, sutra, atau nilon.
Kebaya biasanya memiliki model panjang dan pendek. Adapun warna dari kebaya adalah putih, merah kuning, hijau, biru, dan sebagainya.
3. Dodot
Dodot merupakan pakaian adat pengantin wanita Jawa Tengah. Pakaian tersebut mempunyai pola batik dengan warna gelap.
Secara umum, motif pakaian dodot adalah binatang dan tumbuh-tumbuhan hutan. Ketika menggunakan baju dodot, wanita akan disanggul dan sanggulnya diberi hiasan berupa bunga.
4. Kuluk
Kuluk merupakan pakaian adat dari Jawa Tengah yang memiliki fungsi seperti belangkon, yakni penutup kepala pria. Walaupun fungsinya sama, bentuk kuluk berbeda dengan belangkon.
Kuluk mempunyai bentuk lebih tinggi dengan struktur yang lebih kaku. Kuluk biasanya digunakan bersamaan dengan pakaian basahan atau kanigaran.
Setelah menyimak penjelasan di atas, diketahui bahwa ada banyak nama pakaian adat suku Jawa Tengah. Empat di antaranya adalah jawi jangkep, kebaya, dodot, dan kuluk. (AA)
