4 Pakaian Adat Gorontalo, Makna Filosofis, dan Ciri-cirinya

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
11 Juli 2024 23:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi pakaian adat Gorontalo. Sumber: Baljit Johal/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pakaian adat Gorontalo. Sumber: Baljit Johal/pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Gorontalo adalah salah satu provinsi yang berada di Sulawesi dan memiliki berbagai kebudayaan, seperti pakaian adat. Contoh pakaian adat Gorontalo adalah baju biliu untuk wanita serta mukuta untuk pria.
ADVERTISEMENT
Dangkua dalam Pakaian Adat Daerah Gorontalo: Kelangsungan Perubahan dan Penyebarannya menyampaikan bahwa pakaian adat Gorontalo biasanya digunakan dalam upacara adat tertentu, seperti pernikahan.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pakaian adat Gorontalo, simak penjelasannya dalam artikel berikut.

Pakaian Adat Gorontalo

Ilustrasi pakaian adat Gorontalo. Sumber: Minhaz Box/pexels.com
Gorontalo termasuk sebagai daerah di Sulawesi yang mempunyai beberapa jenis pakaian adat. Setiap jenis baju adat tersebut memiliki makna filosofis dan ciri-ciri tersendiri. Di samping itu, berbagai jenis pakaian adat di Gorontalo ini umumnya dipakai dalam upacara adat tertentu.
Adapun sejumlah contoh pakaian adat Gorontalo beserta makna dan ciri-cirinya adalah:

1. Mukuta

Salah satu contoh pakaian adat Gorontalo adalah mukuta. Pada dasarnya, pakaian adat ini digunakan oleh pria dalam pernikahan. Selain itu, ciri-ciri pakaian adat mukuta adalah mempunyai perlengkapan sedikit dan menggunakan hiasan penutup kepala berbentuk mirip bulu unggas.
ADVERTISEMENT
Adapun sejumlah aksesoris dalam pakaian adat ini adalah bako, tudung, serta pasimeni.

2. Pakaian Adat Biliu

Contoh pakaian adat Gorontalo selanjutnya adalah baju biliu. Pakaian adat ini umumnya dipakai oleh pengantin wanita. Ciri-ciri pakaian adat biliu adalah berbentuk baju kurung dan bagian bawahnya berwarna kuning.
Selain itu, pakaian biliu juga terdiri atas rok panjang dan blus. Hal ini mempunyai makna untuk menunjukkan tingkah laku, pembawaan, serta sifat dalam lingkup keluarga. Ada beberapa pelengkap dalam pakaian adat biliu, seperti baya lo boute, tuhi tuhi, lai lai, kecubu, serta buohu wulu wawu dehu.

3. Boqo Takowa

Contoh pakaian adat Gorontalo berikutnya adalah boqo takowa. Baju adat ini digunakan oleh pria dalam acara akad nikah. Pakaian ini berupa celana panjang dan kemeja lengan panjang. Di depan bajunya terdapat kancing dan tiga saku.
ADVERTISEMENT
Umumnya, pakaian adat ini memiliki warna merah, kuning, hijau, merah hati, serta ungu. Adapun makna filosofisnya adalah kewibawaan, tanggung jawab, keberanian, kedamaian, dan kerukunan.

4. Madipungu

Contoh pakaian adat Gorontalo yang terakhir adalah Madipungu. Umumnya, pakaian adat ini dikenakan ketika akan nikah oleh mempelai wanita. Ciri-ciri pakaian adat ini adalah berbentuk blus lengan panjang, menggunakan bahan brokat, beludru, atau satin.
Selain itu, bagian bawahnya menggunakan rok panjang atau sarung. Makna pakaian adat ini adalah untuk mengikat janji antara perempuan dan laki-laki dalam akaji atau akad nikah.
Demikian informasi lengkap terkait contoh pakaian adat Gorontalo yang perlu dipahami. [ENF]