4 Pengaruh Letak Geografis Indonesia dari Iklim hingga Agama

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Letak geografis suatu negara dapat memberi pengaruh terhadap kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, pengaruh letak geografis Indonesia dari iklim hingga agama perlu diketahui.
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial karya Waluyo, letak geografis negara di dunia yang berbeda memberi pengaruh yang berbeda-beda pula bagi negara tersebut masing-masing.
Pada artikel ini, akan dijelaskan, pengaruh letak geografis Indonesia dari iklim hingga agama.
Pengaruh Letak Geografis Indonesia
Berikut pengaruh letak geografis Indonesia dari iklim hingga agama:
1. Negara dua musim
Indonesia termasuk negara dengan dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Pergantian kedua musim ini terjadi karena pengaruh dari letak geografis yang membuat Indonesia mendapat dua jenis angin muson, yaitu angin muson barat dan timur.
Angin muson barat bersifat basah yang membuat Indonesia dilanda musim penghujan pada bulan Oktober sampai April. Sementara angin muson timur bersifat kering dan membuat Indonesia pada kondisi musim kemarau pada April sampai Oktober.
2. Memiliki tiga iklim
Pengaruh letak geografis lainnya adalah Indonesia mempunyai tiga iklim, yaitu iklim laut, muson, dan paling terkenal tropis. Iklim tropis yang sifatnya panas yang terjadi karena Indonesia berada di bentangan garis khatulistiwa.
Iklim muson terjadi karena adanya hembusan angin muson barat dan angin muson timur secara bergantian yang berdampak pada perubahan musim.
Sementara iklim laut mengakibatkan penguapan air laut yang banyak sehingga udaranya menjadi lembab serta bercurah hujan tinggi. Iklim laut terjadi di Indonesia karena negara kepulauan dan berada di antara dua samudra.
3. Strategis untuk perdagangan dunia
Pengaruh letak geografis Indonesia pada bidang ekonomi adalah menjadi negara yang strategis untuk perdagangan dunia.
Bahkan sejak masa penjajahan, berbagai bangsa sudah transit di Indonesia untuk melakukan perdagangan, misalnya bangsa dari China, India, Gujarat, hingga Eropa.
Hal ini terus berlangsung sampai sekarang, di mana negara produsen komoditas perdagangan misalnya China, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan menjadikan Indonesia sebagai hub untuk distribusi produk.
4. Negara beraneka suku, ras, dan agama
Pengaruh letak geografis Indonesia pada bidang sosial adalah mempunyai aneka suku, ras, dan agama.
Hal ini terjadi karena banyak bangsa yang datang ke Indonesia pada jaman penjajahan. Para bangsa tersebut tidak hanya bermaksud untuk menjalankan misi dagang, tetapi juga membawa pengaruh kebudayaan, kepercayaan, dan keturunan.
Akibatnya, muncul aneka suku, ras, serta agama di Indonesia. Belum lagi, letak geografis berupa negara kepulauan memberi perbedaan tradisi di masing-masing masyarakat pada antarpulau.
Demikian penjelasan pengaruh letak geografis Indonesia dari iklim hingga agama. (ARH)
