4 Pertanyaan tentang Korupsi dan Jawaban Lengkapnya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berita tentang korupsi masih menjadi topik panas beberapa waktu belakangan. Bukan hanya merugikan negara, korupsi juga dapat menurunkan tingkat kebahagiaan warga. Banyak pertanyaan tentang korupsi yang tentu ingin Anda ketahui jawabannya.
Inilah Pertanyaan tentang Korupsi Lengkap dengan Jawabannya
Banyak pertanyaan tentang korupsi yang membutuhkan jawaban pasti. Dengan demikian masyarakatpun semakin memahami perihal tindak pidana ini dan tahu apa yang harus dilakukan tatkala mendapati ada pihak yang melakukan kecurangan. Berikut beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan korupsi disertai jawaban detailnya seperti dilansir kemenkeu.go.id dan kpk.go.id.
1. Apa itu gratifikasi dan seperti apa contoh kasusnya?
Gratifikasi merupakan suatu pemberian baik berupa barang, uang, komisi, tiket perjalanan, pengobatan gratis, pinjaman tanpa bunga, dan sejenisnya dengan tujuan supaya petugas layanan bisa merasa senang atau tersentuh sehingga kelak mampu mempermudah tujuan pengguna jasa. Namun, hal tersebut tidak dikatakan saat pengguna jasa memberikan hadiah.
Ada pula yang menyebut gratifikasi adalah suap terselubung, suap tertunda, dan akar dari tindak pidana korupsi. Karena seseorang yang terbiasa menerima gratifikasi ini lambat laun dapat tergoda untuk melakukan korupsi lainnya seperti suap hingga pemerasan.
Contoh kasus gratifikasi antara lain, pemberian hadiah atau uang tanda terima kasih untuk petugas pelayanan publik atas jasa yang telah diberikan. Pemberian hadiah dari suatu pihak kepada petugas melalui pihak lain seperti anak atau istri patut diwaspadai pula sebagai gratifikasi terselubung sebab dilakukan dengan tujuan menutupi motif sebenarnya.
2. Apa saja dampak korupsi?
Korupsi dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa sebab memberi dampak yang sangat besar baik jangka pendek atau jangka panjang. Akibat dari korupsi dapat dirasakan di berbagai bidang seperti berikut ini.
Dampak korupsi di bidang ekonomi: pendapatan negara dari pajak yang berkurang, kemiskinan meningkat, menurunnya pertumbuhan ekonomi serta investasi, meningkatkan utang negara, dan penurunan produktivitas di tiap industri.
Dampak korupsi di bidang pemerintahan: matinya etika sosial sebab apabila tindak korupsi terjadi dalam satu kelompok maka anggota kelompok yang lain cenderung menutupi, birokrasi tidak efisien, pelayanan pengurusan dokumen yang sulit dan berbelit-belit, pemerintah tak dapat menjalankan fungsi yang sebenarnya atau terkesan bersikap lunak.
Dampak korupsi di bidang lingkungan: kualitas lingkungan jadi rendah sebab adanya kepentingan ekonomi sehingga melakukan penebangan hutan atau eksploitasi tambang secara masif, kualitas hidup yang menurun.
3. Kenapa masih banyak orang yang melakukan korupsi?
Ada banyak faktor yang menyebabkan korupsi masih merajalela atau malah semakin marak dilakukan antara lain gaya hidup konsumtif, sikap serakah, moral yang lemah dan mudah tergoda, kehidupan sosial, hukum yang lemah, hingga pendapatan yang dianggap tidak mencukupi.
4. Bagaimana cara memberantas korupsi?
Cara memberantas korupsi dapat dimulai dari diri sendiri atau dengan berani mengatakan tidak serta berpegang pada prinsip kejujuran, memiliki integritas kuat dan bertindak secara konsisten, melaporkan tindak pidana korupsi (lihat, lawan, laporkan!).
Selain itu, Anda pun bisa turut aktif melakukan kampanye atau sosialisasi antikorupsi, menegakkan hukum tanpa tebang pilih, menghilangkan budaya suap yang terjadi di masyarakat, meningkatkan kesejahteraan para pegawai, hingga menambah pengetahuan masyarakat terkait hukum.
Pertanyaan tentang korupsi dan jawabannya tentu dapat menambah pengetahuan Anda terkait hal-hal yang berhubungan dengan perilaku penyalahgunaan uang hingga suap menyuap ini. Mulailah dari diri sendiri dengan berani mengatakan tidak untuk melakukan korupsi. (DN)
