Konten dari Pengguna

4 Pertanyaan tentang Perang Padri yang Penting Dipelajari

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pertanyaan tentang Perang Padri. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pertanyaan tentang Perang Padri. Foto: Unsplash

Apa saja pertanyaan tentang Perang Padri yang penting untuk dipelajari? Perang Padri sendiri dikenal pula dengan sebutan Perang Minangkabau.

Perang ini mulanya merupakan perang saudara yang terjadi antara Kaum Padri dan Kaum Adat. Namun, kemudian berkembang menjadi perang melawan kolonial Belanda.

Mari simak pertanyaan tentang Perang Padri dan penjelasannya dalam ulasan berikut!

Pertanyaan tentang Perang Padri dan Jawabannya

Ilustrasi pertanyaan tentang Perang Padri. Foto: Unsplash

Melansir situs p2k.stekom.ac.id, Kaum Padri yang merupakan kelompok ulama berniat untuk mengubah berbagai kebiasaan buruk yang terdapat dalam keseharian Kaum Adat, seperti sabung ayam, minuman keras, hingga judi.

Akan tetapi, upaya tersebut gagal sebab masyarakat Kaum Adat tetap pada perilakunya yang kerap melakukan maksiat.

Inilah beberapa pertanyaan tentang Perang Padri beserta jawabannya yang penting dipelajari.

1. Siapa Saja Tokoh yang Terlibat dalam Perang Padri?

Tokoh Perang Padri, antara lain Tuanku Pasaman, Tuanku Nan Renceh, Tuanku Tambusai, Tuanku Rao, Tuanku Mansiangan, Tuanku Lintau, Tuanku Pandai Sikek, Tuanku Barumun (Harimau nan Salapan), dan Tuanku Imam Bonjol.

2. Apa Penyebab Perang Padri?

Penyebab awal Perang Padri adalah perbedaan prinsip mengenai ajaran agama antara Kaum Adat dan Kaum Padri. Sebelum pecahnya peperangan, sebetulnya telah dilakukan perundingan antara Kaum Adat dan Kaum Padri yang tak menemukan kesepakatan.

Dengan kata lain, Kaum Adat mengatakan akan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk atau maksiat, tetapi nyatanya mereka tetap melakukan hingga memicu kemarahan Kaum Padri.

3. Bagaimana Kronologi Perang Padri?

Perang Padri merupakan perang saudara yang melibatkan suku Mandailing dan suku Minang. Ini bermula dari kepulangan tiga jamaah haji dari Makkah, yaitu Haji Sumanik, Haji Miskin, dan Haji Piobang pada 1803.

Mereka berniat memperbaiki syariat Islam yang belum sempurna dijalankan masyarakat Minangkabau. Selanjutnya, perundingan pun dilakukan oleh Kaum Padri atau ulama dengan Kaum Adat, tetapi tak mendapatkan titik terang.

Kaum Padri telah melakukan berbagai cara supaya Kaum Adat meninggalkan perbuatan maksiat, tetapi sia-sia. Akhirnya, peperangan meletus di Sumatra Barat atau kawasan Kerajaan Pagaruyung pada 1803-1838.

Saat masa Perang Padri, Kaum Adat dipimpin oleh Sultan Arifin Muningsyah. Puncak perang saudara terjadi pada 1815 saat Kaum Padri di bawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang Kerajaan Pagaruyung sehingga peperangan di Koto Tengah pun pecah.

Akibatnya, Sultan Arifin Muningsyah melarikan diri dari ibu kota kerajaan dan Kaum Padri berhasil menekan Kaum Adat. Di bawah kepemimpinan Harimau nan Salapan, Kaum Padri bisa meraih kemenangan.

Akan tetapi, pada 1821, Kaum Adat meminta bantuan pada Belanda karena sudah merasa terdesak. Lalu, tanggal 4 Maret 1822, Kaum Padri berhasil dipukul mundur dari Pagaruyung oleh pasukan Belanda yang dipimpin Letnan Kolonel Raaff.

Selanjutnya, Belanda membangun benteng pertahanan bernama Fort Van der Capellen di Batusangkar, sementara Kaum Padri bertahan di Lintau. Dari sini, serangan demi serangan dilakukan oleh Belanda, tetapi berhasil dihadang Kaum Padri.

Pada dasarnya, Perang Padri sangatlah panjang. Konflik ini terbagi menjadi dua periode, yaitu periode pertama yang berlangsung tahun 1821-1825 dan periode kedua antara 1830-1837.

Konflik yang mulanya perang saudara ini berakhir dengan peperangan melawan Belanda. Pada akhirnya, Kaum Adat dan Kaum Padri bersatu untuk menyerang Belanda pada 11 Januari 1833.

4. Apa Saja Dampak Perang Padri?

Berbagai dampak dari Perang Padri, antara lain:

  • Jatuhnya Kerajaan Pagaruyung atau kawasan Sumatra Barat ke tangan Belanda.

  • Penangkapan dan pengasingan Tuanku Imam Bonjol ke Cianjur.

  • Bersatunya para pemimpin agama serta tradisional untuk menentang penjajahan Belanda.

Demikian pertanyaan tentang Perang Padri yang kerap ditanyakan. Ketahui pula jawabannya sehingga dapat menambah pengetahuan. (DN)