4 Teori Atom dan Perkembangannya yang Signifikan

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori atom tak bisa dipisahkan dari struktur atom. Struktur atom menjadi satuan dasar materi inti atom dan elektron. Bahkan, mencakup muatan negatif yang mengelilinginya. Campuran dalam inti atom termasuk proton yang muatannya positif, untuk neutron muatannya netral.
Daftar Teori Atom dan Perkembangannya
Dikutip dari buku Kimia Dasar Jl. 1 Ed. 3 yang ditulis oleh Raymond Chang mengungkapkan, pada abad kelima SM, seorang filsuf Yunani bernama Democritus mengatakan keyakinan bahwa semua materi terdiri atas partikel sangat kecil yang tak bisa dibagi lagi.
Hebatnya, walaupun gagasan tersebut ditentang oleh rekan sesama filsuf, tetapi ia tetap bertahan. Pada tahun 1808, seorang ilmuwan Inggris sekaligus guru sekolah yang bernama John Dalton merumuskan definisi lebih baik dari Democritus.
Terdapat 4 teori atom menurut para ahli. Teori atom meliputi:
1. Teori Atom Bohr
Seorang ahli fisika dari Denmark bernama Niels Bohr adalah ilmuwan pertama yang mengembangkan teori yang berkaitan dengan struktur atom tahun 1913. Teori tersebut didapatkan dari pengamatan yang dilakukan Bohr. Berikut ada hasil pengamatan Bohr:
Kedudukan elektron-elektron di tingkat-tingkat energi tertentu disebut kulit-kulit elektron.
Atom terdiri dari inti yang memiliki muatan positif dan dikelilingi elektron bermuatan negatif dalam suatu lintasan.
Perkembangan teori atom Bohr dianggap kurang meyakinkan karena teori tersebut memiliki radius dan orbit.
2. Teori Atom Dalton
Hipotesis Dalton digambarkan berupa model atom sebagai bola pejal layaknya tolak peluru. Teori tersebut didasarkan pada anggapan berikut:
Atom tidak bisa diciptakan maupun dihancurkan.
Perubahan kimia menjadi penyatuan maupun pemisah dari atom yang tak bisa dibagi.
Perkembangan teori Dalton awalnya bertahan ratusan, tetapi akhirnya dipatahkan oleh ilmuwan setelah Dalton.
3. Teori Atom Rutherford
Teori ini menjelaskan bahwa model atom seperti tata surya. Teori itu dikembangkan oleh ahli fisika bernama Ernest Rutherford yang berjasa mengembangkan model atom.
Model atom Rutherford juga tak bisa menjelaskan mengapa elektron tak jatuh ke inti atom.
4. Teori Atom Thomson
Teori ini dikembangkan oleh Joseph John Thomson di abad ke 20. Atom digambarkan seperti bola roti yang bertabur kismis, bola itu padat dan memiliki muatan positif. Bahkan di permukaannya tersebar elektron bermuatan negatif.
Teori tersebut bisa mematahkan anggapan teori Demokritos dan Dalton mengenai atom termasuk partikel terkecil. Tetapi, model atom yang dibuat Thomson tak bisa menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam atom.
Setiap ahli fisika memiliki gambaran teori atom tersendiri. Walaupun anggapannya ada yang dipatahkan, tetapi sudah berjasa memahami lebih jauh seperti atom dan susunan yang terkandung di dalamnya. (ASP)
