4 Upaya Meredakan Perang Dingin dari Berbagai Pihak

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perang Dingin adalah peperangan yang berlangsung dari tahun 1947-1991 antara Blok Barat melawan Blok Timur. Ada berbagai upaya meredakan Perang Dingin yang dilakukan oleh beberapa pihak, seperti dari PBB dan negara berkembang.
Hal ini juga diungkapkan oleh Rahman dalam Peran Aktif Indonesia pada Masa Perang Dingin, bahwa salah satu upaya meredakan Perang Dingin adalah mengadakan Konferensi Asia Afrika pada 1955.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai upaya meredakan Perang Dingin, simak selengkapnya di artikel ini.
Upaya Meredakan Perang Dingin
Perang Dingin adalah peperangan yang berlangsung cukup lama. Perang ini tak sekadar berfokus pada penyerangan militer dan persenjataan saja, tetapi lebih kepada perang ideologi antara Amerika Serikat (Blok Barat) dan Uni Soviet (Blok Timur).
Peperangan tersebut turut berdampak pada berbagai negara, sehingga setiap negara berupaya untuk meredam pengaruh dan menghentikan Perang Dingin. Adapun beberapa upaya meredakan Perang Dingin adalah:
1. Upaya Negara Berkembang
Perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Blok Barat dan Blok Timur turut memengaruhi kondisi keamanan serta politik negara berkembang. Hal ini membuat para negara berkembang melakukan upaya meredakan Perang Dingin.
Misalnya adalah pembentukan Gerakan Non Blok sebagai wujud bahwa negara berkembang memiliki sikap netral atau tidak berpihak terhadap Blok Barat maupun Blok Timur.
Di samping itu, dilaksanakan pula Konferensi Asia Afrika pada 1955 sebagai ajang pertemuan antara beberapa negara yang saat itu berlokasi di Indonesia.
2. Upaya PBB
Selain negara berkembang, PBB juga melakukan upaya meredakan Perang Dingin, seperti mengeluarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 255 tahun 1968.
Adapun isi resolusi tersebut adalah membatasi kepemilikan nuklir serta pemanfaatannya sebagai senjata. Resolusi tersebut pun turut disetujui oleh seluruh anggota PBB, termasuk Uni Soviet dan Amerika Serikat yang tengah memiliki konflik.
3. Upaya Diplomasi
Memasuki tahun 1970-an, Amerika Serikat dan Uni Soviet mulai menunjukkan sikap positif. Dalam hal ini, mereka melakukan pendekatan diplomasi melalui Perjanjian Strategic Arms Limitation Treaty atau SALT yang berlokasi di Finlandia pada 1969.
Berikutnya, kembali dilaksanakan lagi perjanjian SALT II tahun 1979 mengenai pembatasan pengembangan rudal nuklir maupun jenis baru.
4. Usaha Hubungan Bilateral
Upaya meradakan Perang Dingin yang terakhir berkaitan dengan hubungan bilateral. Dalam hal ini, setiap negara saling mengunjungi satu sama lain, misalnya:
Pada 1972, Presiden Amerika Serikat mengunjungi RRC untuk menjalin kerja sama diplomatik.
Pada 1989, Presiden Soeharto mengunjungi Uni Soviet untuk mempererat kerja sama.
Pada 3 Oktober 1990, Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu.
Demikian beberapa informasi mengenai upaya meredakan Perang Dingin. [ENF]
