Konten dari Pengguna

5 Bentuk Perjuangan Ki Hajar Dewantara di Masa Penjajahan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iustrasi bentuk perjuangan ki hajar dewantara. Sumber: Pixabay/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Iustrasi bentuk perjuangan ki hajar dewantara. Sumber: Pixabay/pexels.com

Ki Hajar Dewantara atau Raden Mas Soewardi Soerjaningrat dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Beliau termasuk sebagai tokoh perjuangan pada masa penjajahan. Adapun salah satu bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara adalah mendirikan Perguruan Taman Siswa.

Fitroh dan Rosidi dalam Taman Siswa: Pemikiran Ki Hajar Dewantara dalam Tinjauan Historis menyebutkan bahwa pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Taman Siwa berhubungan dengan upayanya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara, simak selengkapnya di artikel berikut.

Bentuk Perjuangan Ki Hajar Dewantara

Ilustrasi bentuk perjuangan ki hajar dewantara. Sumber: Element5 Digital/pexels.com

Ki Hajar Dewantara adalah pahlawan Indonesia sekaligus tokoh pemikir dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Selama masa penjajahan, beliau banyak melakukan perjuangan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendukung Indonesia merdeka.

Adapun beberapa bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara adalah:

1. Aktif Menulis

Salah satu bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara adalah aktif menulis. Beliau mengawali kariernya sebagai seorang penulis dan wartawan di sejumlah media massa.

Ada beberapa tulisannya yang terkenal, salah satunya adalah Als ik een Nederlander was atau "Seandainya Aku Seorang Belanda" yang terbit pada 1913 di surat kabar de Express, milik Douwes Dekker.

2. Bergabung dalam Organisasi Budi Utomo

Bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara berikutnya adalah turut bergabung dalam organisasi Budi Utomo pada 1908.

Beliau masuk ke dalam seksi propaganda untuk menggugah kesadaran masyarakat Indonesia serta memberikan sosialisasi seputar persatuan serta kesatuan untuk mendorong kemerdekaan.

3. Mendirikan Indische Partij

Bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara selanjutnya adalah mendirikan Indische Partij bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo. Partai politik pertama di Indonesia ini didirikan apda 25 Desember 1912.

Partai politik tersebut menjunjung kebebasan Hindia dengan aliran nasionalisme. Tujuannya adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta mempersatukan Hindia Belanda.

4. Mendirikan Taman Siswa

Bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara lainnya adalah mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Perguruan ini mempunyai corak nasional, sehingga menekankan rasa cinta tanah air dan semangat perjuangan untuk menjunjung kemerdekaan.

5. Mempunyai Semboyan Pendidikan

Bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara yang terakhir adalah mempunyai semboyan pendidikan. Selama berjuang, Ki Hajar Dewantara mempunyai sejumlah semboyan, antara lain:

  • Tut Wuri Handayani: Seorang guru harus bisa memberikan dorongan serta arahan dari belakang.

  • Ing Madya Mangun Karsa: Guru harus menciptakan ide dan prakarsa di antara murid.

  • Ing Ngarsa Sung Tulada: Seorang guru harus menjadi teladan yang baik di depan muridnya.

Demikian sederet informasi seputar bentuk perjuangan Ki Hajar Dewantara. [ENF]