Konten dari Pengguna

5 Cara Dinasti Abbasiyah dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara dinasti abbasiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara dinasti abbasiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Foto: Pixabay

Ada berbagai cara Dinasti Abbasiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, antara lain dengan membangun berbagai pusat intelektual dan membuat karya tulis.

Artikel di bawah ini akan membahas lebih lanjut tentang cara Dinasti Abbasiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang perlu diketahui.

Cara Dinasti Abbasiyah dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan

Ilustrasi cara dinasti abbasiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Foto: Pixabay

Dalam sebuah jurnal berjudul Meneladani Ilmuwan Muslim pada Masa Abbasiyah oleh Kemenag RI, dikatakan bahwa masa awal Dinasti Abbasiyah merupakan masa keemasan Islam.

Khususnya di masa khalifah Harun al-Rasyid dan al-Makmun, dimana banyak dibangun pusat intelektual dan banyak dibuat juga karya tulis berbagai bidang.

Masa itu ditandai dengan berkembangnya berbagai ilmu pengetahuan di dunia Islam. Pengaruhnya terlihat jelas pada kota Baghdad dan kota besar Islam lain yang terang benderang dan tertata rapi.

Beberapa tokoh ilmuwan pada masa Dinasti Abbasiyah yang dapat diteladani antara lain empat imam madzhab fiqih, yakni Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.

Tokoh penting lainnya adalah Ibnu Sina yang merupakan seorang ahli kedokteran yang begitu populer dalam budaya Islam. Salah satu karya terbaiknya adalah Qanun fi al-tibb yang menjadi referensi utama ilmu kedokteran.

Peradaban ilmu tersebut berhasil dikembangkan Dinasti Abbasiyah dengan cara, antara lain:

  1. Mendirikan bait al-hikmah atau perpustakaan sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan. Di dalamnya terjadi aktivitas membaca, menulis, dan berdiskusi dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan.

  2. Memberi gaji yang besar pada para ilmuwan untuk mengembangkan karya ilmu pengetahuan.

  3. Membiayai kegiatan penerjemahan ilmu pengetahuan dari berbagai peradaban lain, seperti Yunani, Mesir, dan Persia.

  4. Menciptakan keterbukaan dan memberikan kebebasan akademik kepada para ilmuwan untuk bebas bereksplorasi nalar kritis dan kreativitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Karena itu budaya debat, tukar pikiran, dan kritik dapat tumbuh subur dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan.

  5. Penguasa membuka kesempatan untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara luas, termasuk dari Yunani dan India yang memiliki agama dan kebudayaan yang berbeda. Tidak ada pembatasan sumber ilmu yang dapat digunakan kemanapun tanpa sekat agama dan bangsa.

Demikian adalah beberapa cara Dinasti Abbasiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang patut diketahui. (SP)