Konten dari Pengguna

5 Ciri Kerajaan Majapahit sebagai Warisan Budaya Nusantara

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri Kerajaan Majapahit, Foto: Pixabay/Kolm-Jany
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri Kerajaan Majapahit, Foto: Pixabay/Kolm-Jany

Kerajaan Majapahit dibangun sejak abad ke-12 dan merupakan kerajaan yang populer di Nusantara. Ciri Kerajaan Majapahit adalah memiliki beberapa aspeknya tersendiri, terutama dalam aspek bangunan dan peninggalannya yang menjadi ciri khas yang populer.

Peradaban pada zaman Kerajaan Majapahit yaitu cenderung menganut Agama Hindu dan Buddha, yang akhirnya pun digantikan oleh peradaban Islam. Di mana saat itu Raden Patah menjadi jalan masuknya peradaban baru melalui penyebaran Islam di tanah Jawa.

Ciri Kerajaan Majapahit

Ilustrasi ciri Kerajaan Majapahit, Foto: Pixabay/ValdasMiskinis

Dikutip dari buku Majapahit Batas Kota dan Jejak Kekayaan di Luar Kota oleh Prof. Dr. Inajati Andrisijanti (2014), ciri Kerajaan Majapahit adalah dikenal sebagai budaya warisan Nusantara. Berikut merupakan ciri Kerajaan Majapahit yang dikenal sampai saat ini.

1. Bangunan Pura Hindu di Pinggir Kota

Di pinggiran kawasan Trowulan, ditemukan adanya tiga kompleks pemujaan Agama Hindu atau Siwa. Bangunan pura dengan nama Situs Lebak-Jabung itu terletak di kawasan Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Pada Barat Daya terdapat Situs Seda dan Situs Yoni Gambar yang terletak di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

2. Bangunan Arca Kerajaan Majapahit

Orang-orang asing di zaman Kerajaan Majapahit yaitu orang China dan India menjadi satu kelompok ras Mongolia, Paleomongol di Asia Tenggara, dan Siberia di Asia Tengah.

Keberadaan informasi-informasi orang-orang asing tersebut berada dalam bentuk arca yang dibangun di zaman Kerajaan Majapahit, seperti Arca Siwa Mahadewa dan Siwa Mahakala.

3. Letak Geografis

Kerajaan Majapahit memiliki ciri khas pada letak geografis yang sangat strategis yang dapat diakses di darat ataupun di jalan berair.

Pusat Kerajaan Majapahit zaman dahulu yaitu berada di dekat Singosari, Kediri, Daha, dan Jenggala yang memungkinkan orang-orang dapat berkunjung di daerah Jawa Timur.

Daerah letak strategis Kerajaan Majapahit yaitu berada di sekitar Kabupaten Tuban, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Mojokerto, Kota Kediri, dan di Kabupaten Pasuruan yang berada di pesisir utara.

4. Pengaruh Kondisi Geologis

Pada kondisi geologis daerah Kerajaan Majapahit tersusun dari endapan vulkanik kuarter tua yang juga terdiri dari pasir dan bahan yang berstruktur halus. Di mana material-material tersebut berasal dari gunung api yang berada di daerah Selatan.

Bahkan secara garis besar, daerah Kerajaan Majapahit dipengaruhi oleh dua hal yaitu pegunungan api yang terdiri dari Gunung Welirang, Gunung Arjuno, serta Gunung Anjasmoro, dan sistem geologi kedua yaitu aliran sungai yang berasal dari Sungai Brantas.

5. Potret Lingkungan Seni

Ciri khas seni pada Kerajaan Majapahit bukan merupakan suatu yang lumrah. Namun, seni di Kerajaan Majapahit tentu mengangkat tradisi yang kental tentang Indonesia, seperti adanya arca dan lukisan-lukisan pada arca.

Misalnya seni lukisan yang diangkat menggunakan kayu, daun, dan kulit kayu untuk membentuk sebuah relief berbentuk lanskap.

Demikian merupakan ciri Kerajaan Majapahit yang dapat diketahui. Di mana ciri Kerajaan Majapahit adalah dikenal sebagai warisan budaya Nusantara. (Sis)

Baca juga: 3 Ciri Khas Kerajaan Nusantara yang Membuatnya Unik