Konten dari Pengguna

5 Ciri Kerajaan Mataram Kuno yang Pernah Ada di Pulau Jawa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri Kerajaan Mataram Kuno, Foto: Pixabay/DenisDoukhan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri Kerajaan Mataram Kuno, Foto: Pixabay/DenisDoukhan

Kerajaan Mataram Kuno dikenal sebagai kerajaan yang berdiri sejak abad ke-8. Ciri Kerajaan Mataram Kuno memiliki empat aspek terpenting di dalam struktur kerajaannya, sehingga kerajaan tersebut dipandang sebagai kerajaan terbesar yang di Indonesia.

Kerajaan Mataram Kuno juga mengalami perpindahan kerajaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Kerajaan Mataram Kuno pun terdapat beberapa dinasti yang memerintah seperti Wangsa Sanjaya, Syailendra, dan Isyana.

Ciri Kerajaan Mataram Kuno

Ilustrasi ciri Kerajaan Mataram Kuno, Foto: Pixabay/LVER

Dikutip dari situs an-nur.ac.id, berikut terdapat ciri Kerajaan Mataram Kuno yang dapat diketahui sebagai peninggalan sejarah di Indonesia.

1. Segi Ekonomi

Ciri Kerajaan Mataram Kuno dari segi ekonomi yakni bergantung dari sektor pertanian. Sebab lokasi Kerajaan Mataram Kuno berada di lahan yang subur yang dikelilingi oleh pegunungan dan dialiri oleh sungai-sungai besar seperti Sungai Progo dan Sungai Bengawan Solo.

Dari lokasi tersebut, sektor pertanian yang berada di Kerajaan Mataram Kuno dapat berjalan dengan lancar dan ideal untuk budidaya padi.

2. Segi Sosial

Ciri Kerajaan Mataram Kuno dari segi sosial yaitu dipengaruhi oleh ajaran Agama Hindu dan Buddha. Bahkan sistem kasta pun diterapkan di lingkungan Kerajaan Mataram Kuno, seperti adanya pendeta, prajurit, bangsawan, pedagang, petani, dan pekerja biasa.

Namun, untuk praktiknya, mobilitas selama aspek sosial diterapkan di zaman Kerajaan Mataram Kuno masih fleksibel, terutama dengan ajaran Agama Buddha yang menganut tentang kesetaraan.

3. Segi Budaya

Ciri selanjutnya dari Kerajaan Mataram Kuno yaitu ada di segi budayanya yang dikenal mencerminkan tradisi lokal Indonesia, terutama sangat kental dengan pengaruhnya dari Agama Hindu dan Buddha.

Aspek budaya yang ditemukan dalam Kerajaan Mataram Kuno yaitu terdapat candi-candi megah seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan, yang mana kedua candi tersebut dijadikan sebagai tempat peribadatan.

4. Segi Agama

Dari segi agama, ciri Kerajaan Mataram Kuno yaitu bisa dilihat dari kentalnya Agama Hindu dan Agama Buddha. Misalnya seperti adanya pembangunan beberapa candi di zaman Kerajaan Mataram Kuno yang dijadikan sebagai tempat peribadatan.

Hal ini merupakan salah satu bentuk ciri khas Kerajaan Mataram Kuno yang berada dalam aspek keagamaan. Dari pembangunan candi-candi tersebut sangat mencerminkan antar toleransi dan keragaman keagamaan di Kerajaan Mataram Kuno.

5. Segi Pemerintahan

Ciri Kerajaan Mataram Kuno dalam segi pemerintahan, pemimpin yang paling tinggi sebagai raja peguasa tertinggi bisa disebut titisan dewa.

Dalam pemimpin Agama Hindu Kerajaan Mataram Kuno yaitu dipimpin oleh Wangsa Sanjaya dan pemimpin Agama Buddha yaitu Wangsa Syailendra. Di mana para raja tersebut bertanggungjawab memimpin masyarakat secara adil.

Demikian merupakan ciri Kerajaan Mataram Kuno yang dapat diketahui dan pernah ada di Pulau Jawa. (Sis)

Baca juga: Ciri-Ciri Kerajaan Alam Melayu yang Menunjukkan Kejayaan di Masa Lampau