Konten dari Pengguna

5 Contoh Dialog Wawancara dalam Dunia Kerja

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh dialog wawancara (gambar: unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh dialog wawancara (gambar: unsplash.com)

Berbagai contoh dialog wawancara mungkin dibutuhkan untuk mempelajari pertanyaan dan jawaban seperti apa yang umumnya ada dalam sesi wawancara di dunia kerja.

Wawancara merupakan bagian dari seleksi calon karyawan untuk mengetahui lebih banyak mengenai calon karyawan, juga sebaliknya, mengenai perusahaan itu sendiri.

Bagi perusahaan, melakukan wawancara akan sangat berguna untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kriteria, baik dari segi kemampuan maupun kepribadiannya. Lantas, bagaimana contoh dialognya?

Contoh Dialog Wawancara dalam Dunia Kerja

Ilustrasi contoh dialog wawancara (gambar: unsplash.com)

Ada banyak jenis wawancara yang dilakukan antara perusahaan dan calon karyawan, atau juga dengan karyawannya. Berikut beberapa contoh dialog yang bisa dijadikan referensi.

1. Wawancara Melamar Kerja

Pelamar: "Selamat pagi."

Pewawancara: "Selamat pagi. Terima kasih sudah bersedia hadir di tahap interview ini. Pertama, perkenalkan saya Rizal, HRD di perusahaan ini.

Perusahaan kami ini merupakan perusahaan di bidang telemarketing dan kami sedang mencari karyawan untuk menempati posisi admin. Anda adalah salah satu calon yang kami undang untuk interview. Silakan perkenalkan diri terlebih dahulu."

Pelamar: "Perkenalkan, saya Danu Oktavian. Umur saya 24 tahun. Saya berdomisili di Jakarta Utara. Terakhir bekerja di PT Bumi Rakyat sebagai admin yang berlokasi di Tangerang."

Pewawancara: "Boleh dijelaskan job desk Anda saat bekerja di sana? Dan, alasan menyudahi pekerjaan Anda di perusahaan tersebut."

Pelamar: "Saya membantu bagian keuangan untuk merapikan dan menginput data keuangan. Alasan saya keluar karena kontrak yang sudah habis."

2. Wawancara Kontrak Kerja

Pewawancara: "Selamat datang kembali. Langsung saja, pada tahap interview terakhir untuk lanjut kesepakatan kontrak bersama, berikut kontraknya. Anda bisa mempelajari dan melihat isinya terelebih dahulu."

Pelamar: "Baik, Pak."

Pewawancara: "Bila ada pertanyaan, silakan."

Pelamar: "Untuk aturan khusus di perusahaan ini, apakah ada, Pak?"

Pewawancara: "Tidak ada yang khusus, hanya saja karyawan wajib mengenakan pakaian sopan, seperti kemeja di setiap harinya. Lalu, wajib memberitahu atasan bila tidak dapat hadir dan disertakan alasan yang jelas."

Pelamar: "Baik, Pak. Saya sudah setuju dengan kontraknya."

Pewawancara: "Silakan tanda tangan di atas materai di kedua lampiran kontrak."

3. Wawancara Pengajuan Ide Proyek

Karyawan: "Seperti yang sudah saya bagikan di drive, ide saya ini terinspirasi dari produk brand A yang mengandalkan iklan dengan tema kehidupan sekitar kita. Tujuannya agar lebih relate dengan para konsumen."

Project Leader: "Silakan dijelaskan lebih rinci mengenai idenya."

Karyawan: "Baik, Bu. Saya akan tampilkan melalui Power Point. Silakan tim untuk membuka dokumennya agar lebih jelas. Bila ada masukan, dipersilakan."

4. Wawancara Evaluasi Kerja

Tim Leader: "Seperti biasa, kita akan mengevaluasi hasil dari kerja tim selama 3 bulan terakhir sesuai dengan yang sudah kita rencanakan dan jadwalkan bersama. Boleh dibuka bahan evaluasinya, kita akan bahas satu per satu."

Karyawan: "Baik, Pak."

Tim Leader: "Kita mulai dengan proyek pertama yang dijalankan pada akhir Januari. Sampai saat ini, proyek tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana dan hasilnya cukup memuaskan."

5. Wawancara Pengajuan Resign

Karyawan: "Selamat sore, Pak. Seperti yang saya sudah sampaikan di chat, saya ada rencana untuk ajukan resign di dua bulan ke depan."

Tim Leader: "Baik. Sesuai dengan kontrak, untuk resign kerja, harus terlebih dahulu memberitahu alasan jelasnya dan menunggu persetujuan dari atasan. Sebab, kita membutuhkan waktu untuk mencari pengganti dari jauh hari."

Karyawan: "Siap, Pak."

Selain contoh di atas, masih banyak contoh dialog wawancara lainnya. Semua bisa menyesuaikan kebutuhan dan kondisi. Utamanya, usahakan berbincang secara profesional dan tetap tenang untuk menciptakan suasana yang nyaman. (AML)