5 Contoh Konflik Non Realistis dalam Lingkungan Masyarakat

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa saja contoh konflik non realistis? Berbagai contoh dari konflik non realistis sendiri bersifat fungsional dan disfungsional yang mana akan memperburuk hubungan.
Konsep konflik ini sebenarnya bukan berasal dari persaingan yang terang-terangan dan berjalan secara antagonis. Namun, berdasarkan kebutuhan yang menjadi tahapan dalam meredakan ketegangan, minimal dari satu pihak.
Hal ini membuat kedua pihak tidak melalui konflik realistis dan tidak terlihat bermusuhan. Apa saja contoh konflik non realistis tersebut?
Contoh Konflik Non Realistis
Berdasarkan teori yang diutarakan oleh sosiolog, Lewis Coser, konflik sosial merupakan sebuah perjuangan untuk nilai dan pengakuan terhadap status yang selanjutnya tercipta pertentangan pada pihak lain atau juga saingan.
Terdapat banyak contoh dari konflik non realistis yang bisa ditemui di sekitar. Berikut contohnya.
1. Motif Balas Dendam
Konflik yang non realistis dan sering dijumpai adalah atas dasar balas dendam. Karena tidak secara nyata, konflik ini kerap mengandalkan cara yang tidak terlihat, tetapi dirasakan, seperti menggunakan kekuatan gaib.
Misalnya, mengirim santet yang membuat bisnis seseorang menjadi bangkrut.
2. Konflik Antarumat Agama
Walau dari segi tingkat toleransi cukup baik bagi masyarakat Indonesia, namun konflik antarumat agama masih sering terjadi.
Adanya perbedaan pemikiran, keyakinan, dan pemahaman membuat kedua umat ataupun lebih menjadi bersitegang yang mana mampu menciptakan konflik berkepanjangan.
3. Konflik Antaretnis
Sama seperti konflik antarumat agama, contoh konflik non realistis yang berhubungan dengan etnis juga masih menjadi perseteruan tidak terlihat nyata di banyak negara. Begitu juga di Indonesia.
Stereotip negatif tanpa alasan jelas terhadap salah satu etnis menimbulkan perlakuan yang kurang adil di masyarakat.
4. Persaingan Antarpedagang
Contoh lainnya yang mudah ditemui adalah persaingan antarpedagang. Meski bersebelahan, pemilik usaha secara tidak langsung memiliki konflik satu sama lain yang tergolong non realistik.
Bentuk konflik bisa juga dengan mengandalkan kekuatan gaib maupun melalui hal lain yang tidak terlihat secara jelas.
5. Hubungan Suami Istri yang Renggang
Sekilas, banyak pasangan yang terlihat bertahan hidup bersama-sama dan seolah tidak mengalami konflik apa pun. Tetapi, orang di sekitar bisa menyadari bahwa ada konflik di antara pasangan tersebut karena adanya suasana renggang dan penuh rasa emosi meski tidak begitu terlihat.
Setiap individu, kelompok, atau pihak tertentu seperti pada contoh konflik non realistis di atas membutuhkan pihak lain dalam menyelesaikan perseteruan yang terjadi.
Tidak sedikit juga yang memilih menyerah dan menempatkan posisi sebagai ‘yang kalah’ untuk menyelesaikannya. (AML)
