5 Contoh Nepotisme di Lingkungan Masyarakat dan Dampaknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nepotisme merupakan kegiatan seseorang yang memanfaatkan kedudukan maupun posisi untuk memprioritaskan keluarga atau temannya di atas kepentingan umum. Hal ini dilakukan dengan dasar hubungan keluarga atau kedekatan, bukan karena kompetisi.
Ada banyak praktik nepotisme yang terjadi di masyarakat, paling utamanya ada di lokasi kerja. Lantas, apa saja contoh nepotisme? Simak dalam penjelasan di bawah ini!
Contoh Nepotisme di Kehidupan Sehari-hari
Dr. Anantawikrama Tungga Atmadja, M.Si., Ak., dalam buku berjudul Sosiologi Korupsi: Kajian Multiperspektif, Integralistik, dan Pencegahannya menjelaskan bahwa nepotisme berfungsi bagi seseorang dan/atau bagi masyarakat sehingga nepotisme sulit dihilangkan.
Nepotisme sebenarnya berasal dari bahasa latin, yakni Nepos yang artinya keponakan atau cucu. Karena itu, pengertian nepotisme adalah tindakan memilih seseorang tanpa landasan kemampuan, namun atas dasar kedekatan serta hubungan keluarga saja.
Adapun contoh nepotisme yang terjadi di lingkungan adalah:
Kepala sekolah yang memasukkan anak, keponakan, ipar, sepupu dan anggota keluarga lainnya sebagai pegawai. Padahal, kenyataannya mereka tidak mempunyai passion dalam bidang tersebut.
Seorang manajer menaikkan atau mengangkat jabatan seseorang yang punya hubungan dengannya, baik hubungan keluarga, teman akrab, maupun lainnya, bukan karena prestasi namun karena saling kenal dan dekat.
Guru yang memilih anaknya untuk mengikuti perlombaan atau olimpiade karena merasa anaknya lebih mampu daripada siswa lain. Namun, sebenarnya ada siswa lain yang lebih mumpuni yang bisa mengikuti olimpiade tersebut.
HRD menerima pegawai baru bukan karena kompetisi, pengalaman, dan prestasi. Namun, karena saling kenal atau anggota keluarga sendiri dan sebenarnya ada kandidat lain yang lebih spesifik, tetapi tidak direspon.
Pemimpin yang memberikan proyek kepada orang yang masih ada hubungan keluarga atau pemimpin yang menaikkan gaji karena ada hubungan dekat (teman atau keluarga).
Dampak Nepotisme
Nepotisme yang berlangsung dalam berbagai bidang akan memberikan dampak sebagai berikut:
1. Menghambat retensi karyawan
Menghambat retensi karyawan sehingga kemungkinan besar perusahaan bisa kehilangan karyawan terbaiknya. Hal ini karena jajaran kepemimpinan sudah diisi keluarga hingga kerabat bos. Karyawan yang produktif juga akan kehilangan minat bekerja.
2. Muncul diskriminasi
Muncul diskriminasi karena atasan akan senantiasa mendahulukan kerabat atau keluarga yang kerja di perusahaan tersebut dan akan mengesampingkan karyawan lain yang tidak ada hubungan kerabat.
3. Risiko konflik keluarga
Adanya kerabat yang kerja dalam satu perusahaan akan meningkatkan konflik keluarga karena mereka akan membawa konflik pribadi dalam pekerjaan.
Itulah contoh nepotisme serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat! (Ek)
