5 Contoh Subordinasi Perempuan yang Masih Banyak Dijumpai

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Subordinasi adalah suatu bentuk penilaian bahwa peran salah satu jenis kelamin lebih rendah daripada lainnya. Adapun salah satu contoh subordinasi perempuan adalah adanya diskriminiasi di lingkungan kerja.
Syafe'i dalam penelitiannya bertajuk Subordinasi Perempuan dan Implikasinya terhadap Rumah Tangga mengungkapkan bahwa subordinasi perempuan adalah bentuk penomorduaan perempuan.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai contoh subordinasi perempuan, simak selengkapnya di artikel berikut.
Pengertian Subordinasi Perempuan
Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai contoh subordinasi perempuan, sebaiknya cari tahu dulu pengertiannya. Subordinasi perempuan adalah bentuk penomorduaan perempuan.
Dalam konsep ini, perempuan dianggap lebih lemah daripada laki-laki dari segi peran, fungsi, serta kedudukannya. Hal ini termasuk bentuk patriarki yang masih mendarah daging pada beberapa kelompok masyarakat.
Di sisi lain, adanya perbedaan peran, fungsi, dan kedudukan antara laki-laki umumnya terbentuk dari budaya dan kehidupan masyarakat sosial itu sendiri. Alhasil, perempuan menjadi terhambat untuk memperoleh akses yang sama selayaknya kaum laki-laki.
Bukan hanya itu, suatu bentuk kebiasaan ini pun banyak diajarkan secara turun-temurun dan secara tak sadar, mereka telah menurunkan konsep subordinasi kepada penerusnya. Hal inilah yang membuat subordinasi perempuan kerap dianggap sebagai konsep yang benar.
Contoh Subordinasi Perempuan
Contoh subordinasi perempuan dalam kehidupan nyata pun ada beragam. Adapun beberapa contoh subordinasi adalah.
Perempuan dianggap sebagai sosok yang harus cantik, lemah lembut, emosional, pandai memasak, mencuci, membereskan rumah, dan penyayang. Di sisi lain, laki-laki dianggap sebagai sosok yang kuat, berwibawa, perkasa, memiliki tanggung jawab, dan rasional.
Perempuan dianggap memiliki peran terkait urusan reproduksi dan domestik. Sementara itu, laki-laki lebih kepada urusan produksi dan publik.
Adanya diskriminasi di lingkungan kerja yang membuat perempuan memperoleh kesempatan lebih kecil untuk menerima atau memegang jabatan tinggi. Hal ini karena adanya anggapan bahwa perempuan adalah sosok yang lemah.
Beban kerja perempuan yang lebih berat, seperti melayani suami, melahirkan, menyusui, membersihkan dan menjaga rumah, hingga bekerja. Sementara laki-laki bertugas mencari nafkah atau bekerja saja.
Mayoritas pemimpin adalah laki-laki, sedangkan perempuan dianggap sebagai sosok yang lemah, sehingga dinomorduakan sebagai pemimpin.
Demikian beberapa informasi mengenai pengertian dan contoh subordinasi perempuan. [ENF]
