Konten dari Pengguna

5 Dampak Perjanjian Roem Royen bagi Indonesia - Belanda yang Penting Diketahui

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dampak perjanjian Roem Royen. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dampak perjanjian Roem Royen. Foto: Pixabay

Dampak perjanjian Roem Royen adalah adanya kesepakatan kedua belah pihak untuk menciptakan perdamaian, mengadakan perundingan berikutnya, dan menerima inisiatif dari badan internasional.

Berdasarkan buku IPS Terpadu oleh Nana Supriatna, dkk, nama perjanjian tersebut didasarkan pada wakil kedua negara saat itu, yaitu Mr. Mohammad Roem dari Indonesia dan Dr. J. H. van Royen dari Belanda.

Perjanjian Roem Royen memakan waktu yang cukup lama. Proses perundingan dilaksanakan mulai 14 April 1949 hingga 7 Mei 1949.

Meskipun Mohammad Roem menggunakan beberapa pernyataan kontroversial selama pelaksanaan perundingan, namun ia meyakinkan bahwa perjanjian Roem Royen membuka kesempatan Indonesia untuk terus memperjuangkan kedaulatannya.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai dampak perjanjian Roem Royen untuk Indonesia dan Belanda berdasarkan buku Mohammad Roem karya Iin Nur Insaniwati.

Isi Perjanjian Roem Royen

Ilustrasi dampak perjanjian Roem Royen. Fto: Pixabay

Sebelum membahas mengenai dampak dari perjanjian Roem Royen pada Indonesia - Belanda, alangkah lebih baiknya mengungkap dulu isi perjanjian Roem Royen, sebagai berikut:

  1. Belanda akan menghentikan semua aktivitas dan kegiatan militer serta membebaskan semua tahanan politik dan perang tanpa syarat.

  2. Belanda akan menyerahkan kedaulatan pemerintah Indonesia secara utuh dan tanpa syarat.

  3. Kedua negara akan bersama-sama mendirikan persekutuan atas dasar persamaan hak dan sukarela.

  4. Belanda akan mengembalikan kegiatan pemerintah Indonesia ke kota Yogyakarta sebagai ibu kota sementara.

  5. Angkatan perang dan angkatan bersenjata Republik Indonesia akan menghentikan seluruh aktivitas perang gerilya.

  6. Indonesia dan Belanda sepakat untuk hadir dalam perundingan selanjutnya, yaitu Konferensi Meja Bundar yang akan dilaksanakan di Den Haag Belanda.

Dampak Perjanjian Roem Royen

Ilustrasi dampak perjanjian Roem Royen. Foto: Pixabay

Setelah perjanjian Roem Royen disepakati oleh kedua belah pihak, Belanda menepati janji dan kesepakatan sesuai yang tertuang pada perjanjian Roem Royen, antara lain:

  1. Pemerintah Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta pada 24 Juni 1949.

  2. Pasukan Belanda yang berada di Yogyakarta ditarik mundur pada 1 Juli 1949.

  3. Presiden Soekarno dan Muhammad Hatta dipulangkan ke Yogyakarta setelah diasingkan ke luar Pulau Jawa.

  4. Gencatan senjata antara Indonesia - Belanda terjadi pada 3 Agustus 1949 dan dimulai daei wilayah Jawa dan Sumatera.

  5. Konferensi Meja Bundar yang dilakukan setelah perjanjian Roem Royen juga mencapai seluruh kesepakatan, kecuali masalah Papua - Belanda.

Demikian adalah dampak perjanjian Roem Royen bagi Indonesia - Belanda yang patut diketahui. (SP)