5 Dasar Penggolongan Iklim Koppen, dari Tropis hingga Kutub

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dasar penggolongan iklim koppen memiliki lima kelompok utama. Diantaranya yaitu iklim tropis (A), iklim kering (B), iklim subtropis (C), iklim benua (D), dan iklim kutub (E).
Untuk mengetahui penjelasan lebih detail tentang kelima bagian iklim tersebut, simak penjelasan di bawah ini.
Dasar Penggolongan Iklim Koppen
Dikutip dalam buku Bahas Total Matematika, Fisika, kimia, Ekonomi, Geografi, Sosiologi SMA IPA KElas X karya Budhi Setyono, S.Pd, dkk. dijelaskan bahwa dasar penggolongan iklim koppen adalah berdasarkan rata-rata curah hujan dan temperatur, baik bulanan maupun tahunan. Berikut pembagiannya:
1. Iklim Tropis (A)
Golongan iklim A atau yang biasa disebut sebagai iklim tropis adalah daerah-daerah yang memiliki temperatur terdingin sekitar lebih dari 18 derajat celcius. Pada golongan iklim tropis dibagi lagi menjadi tiga, diantaranya:
Tropis Basah (Af): Memiliki curah hujan lebih dari 60 mm pada bulan terkering.
Tropis Basah (Am): Hujan yang turun pada musim basah dapat mengimbangi jumlah hujan yang turun pada musim kering. Dan pada iklim ini biasanya masih terdapat perhutanan yang lebat.
Tropis Basah Kering (Aw): Hujan pada bulan basah jumlahnya tidak dapat mengimbangi hujan pada bulan kering.
2. Iklim Kering (B)
Pada iklim kering jumlah penguapannya tinggi. Sedangkan curah hujannya sedikit. Iklim kering dibagi menjadi dua, diantaranya:
Steepe (Bs): Bs adalah iklim yang terletak diantara Sabana dan Padang Pasir pada titik lintang bawah. Ciri daerah ini yaitu setengah kering.
Iklim Padang Pasir (Bw)
3. Iklim Sedang (C)
Iklim sedang rata-rata daerahnya memiliki temperatur minus 3 derajat celcius pada bulan terdingin. Dan rata-rata temperatur bulan terpanas 10 derajat celcius. Golongan Iklim sedang dibagi menjadi tiga, diantaranya:
Iklim Sedang dengan Musim Panas yang Dingin (Cs): Pada daerah ini pada bulan kering curah hujannya lebih kecil dari 30 mm.
Iklim Sedang dengan Musim Dingin yang Kering (Cw): Yaitu daerah yang memiliki musim panas yang lembab dan musim dingin yang kering.
Iklim Sedang yang Lembab (Cf): Yaitu daerah yang memiliki kelembapan sepanjang tahun.
4. Iklim Dingin (D)
Daerah yang terkategori memiliki iklim dingin biasanya rata-rata cuacanya sekitar 1 sampai dengan 3 derajat celcius. Sedangkan bulan terpanasnya biasanya berada pada temperatur tidak lebih dari 10 derajat celcius. Iklim dingin dibagi menjadi dua, diantaranya:
Iklim dingin dengan musim dingin yang kering (DW)
Iklim dingin tanpa periode dingin (Df)
5. Iklim Kutub (E)
Iklim kutub merupakan iklim yang temperatur pada bulan terpanas rata-rata kurang dari 10 derajat celcius. Pada golongan iklim kutub dibagi menjadi dua, diantaranya:
Iklim Tundra (Ef): bulan terpanasnya rata-rata lebih dari 0 derajat celcius tetapi tidak lebih dari 10 derajat celcius.
Iklim Es atau Salju Abadi (Ef): Pada iklim ini biasanya ditandai dengan munculnya salju di daerah tersebut. Temperaturnya lebih kecil dari 0 derajat celcius.
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dasar penggolongan iklim koppen dibagi menjadi 5. Diantaranya iklim tropis, kering, sedang, dingin, dan kutub.
