5 Faktor Penyebab Kerajaan Sriwijaya Mengalami Kemunduran

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktor penyebab Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran adalah topik penting dalam sejarah Indonesia yang mengungkap proses jatuhnya salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya yang berpusat di sekitar Sungai Musi, Palembang ini.
Kemunduran ini menjadi penanda berakhirnya Sriwijaya dalam dunia perdagangan dan politik kawasan, sekaligus membuka babak baru dalam sejarah Nusantara.
Faktor Penyebab Kerajaan Sriwijaya Mengalami kemunduran
Faktor penyebab Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah yang penuh dengan berbagai peristiwa dan perubahan besar.
Mengutip dari jurnal.untan.ac.id, Kerajaan Sriwijaya yang bercorak Buddha Mahayana, dikenal sebagai kerajaan yang menjunjung tinggi toleransi beragama.
Hal ini terbukti dengan adanya temuan arca-arca Hindu serta jejak awal komunitas Muslim dari para pedagang Arab yang menetap di wilayahnya sejak abad ke-7 M.
Selain sebagai pusat perdagangan internasional, Sriwijaya juga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha yang diakui tokoh Tiongkok seperti I‑Tsing.
Hubungan internasionalnya pun kuat, termasuk dengan dunia Islam awal, ditandai dengan pengiriman surat kepada khalifah Dinasti Umayyah. Namun, kejayaan yang dimiliki Sriwijaya tidak bertahan selamanya.
Penyebab Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran adalah kombinasi dari tekanan eksternal, dan melemahnya kekuatan internal.
1. Serangan dari Dinasti Chola (India Selatan)
Serangan ini dipimpin oleh Rajendra Chola I pada tahun 1017 dan 1025, menghancurkan pelabuhan utama Sriwijaya dan melemahkan hegemoni Maritim.
2. Serangan dari Kerajaan Jawa
Ekspedisi Pamalayu Singasari sekitar abad ke-13 dan serangan Majapahit di tahun 1377, oleh Adityawarman atas perintah Gajah Mada, semakin memperlemah kontrol politik dan militer Sriwijaya.
3. Melemahnya Kekuatan Militer Internal
Konflik internal dan lemahnya kepemimpinan membuat kekuatan militer Sriwijaya tidak mampu mempertahankan wilayahnya, sehingga daerah-daerah bawahannya perlahan melepaskan diri.
4. Pendangkalan Sungai Musi dan Jauhnya Akses ke Laut
Proses sedimentasi menyebabkan muara Sungai Musi menjadi dangkal, membuat kota Palembang menjauh dari akses pelayaran dan berdampak langsung pada menurunnya aktivitas perdagangan
5. Pesatnya Penyebaran Islam dan Munculnya Kekuasaan Baru
Penyebaran Islam di Nusantara pada abad ke-12 hingga ke-13 memperkuat posisi kerajaan Islam seperti Samudra Pasai dan Malaka, yang kemudian menggantikan peran Sriwijaya sebagai kekuatan maritim dominan.
Faktor penyebab Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran mengingatkan bahwa kejayaan tak lepas dari tantangan. Dan memahami pentingnya persatuan, kepemimpinan yang bijak, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman. (Idaf)
Baca juga: 5 Peristiwa Penting Kerajaan Majapahit yang Menarik untuk Diketahui
