5 Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Kediri yang Terkenal

Sejarah dan Sosial
Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
Konten dari Pengguna
7 April 2024 21:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri. Sumber: Pixabay/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri. Sumber: Pixabay/pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kerajaan Kediri adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berjaya di Indonesia. Kerajaan ini mempunyai banyak peninggalan, seperti karya sastra. Adapun salah satu karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri adalah Kitab Sumarasantaka.
ADVERTISEMENT
Susilowati dan Andalas dalam Nilai Sosial dalam Novel Misteri Ramalan Jayabaya Karya Petir Abimanyu menyebutkan bahwa Kerajaan Kediri memiliki banyak peninggalan bersejarah, termasuk dari segi karya sastra.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri, simak dalam artikel berikut.

Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Kediri

Ilustrasi karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri. Sumber: iddea photo/pexels.com
Kerajaan Kediri adalah kerajaan yang berdiri sekitar abad ke-11 Masehi dan raja pertamanya adalah Sri Samarawijaya. Kerajaan ini mencapai masa kejayaannya di masa kepemimpinan Raja Jayabaya.
Di samping itu, kerajaan ini juga memiliki beragam peninggalan sejarah, seperti karya sastra. Adapun beberapa karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri adalah:

1. Kitab Smaradahana

Salah satu karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri adalah Kitab Smaradahana karya Mpu Darmaja. Kitab ini dibuat di masa kepemimpinan Raja Kameswara.
ADVERTISEMENT
Adapun kisah dalam kita tersebut menceritakan sepasang suami istri bernama Smara dan Rati yang tengah menggoda Dewa Syiwa saat masih bertapa.

2. Kitab Bharatayuddha

Karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri berikutnya adalah Kitab Bharatayuddha. Kitab tersebut adalah karya Mpu Panuluh dan Mpu Sedah pada masa pemerintahan Raja Jayabaya.
Cerita kitab ini adalah penggalan dari Mahabharata dan menceritakan seputar perang 18 hari yang terjadi antara Pandawa serta Kurawa di Padang Kuruksetra. Kitab tersebut usai ditulis pada 6 November 1157.

3. Kitab Kresnayana

Karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri selanjutnya adalah Kitab Kresnayana. Kitab ini ditulis oleh Mpu Triguna di masa kepemimpinan Raja Jayaswara. Isi kitab tersebut seputar perkawinan antara Dewi Rukmini dengan Kresna.

4. Kitab Sumanasantaka

Karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri lainnya adalah Kitab Sumanasantaka karya Mpu Monaguna. Kitab ini dibuat di masa kepemimpinan Sri Jayawarsa. Mpu Monaguna melakukan penggubahan kitab tersebut didasarkan pada karya penyair asal India.
ADVERTISEMENT

5. Kitab Lubdaka

Karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri yang terakhir adalah Kitab Lubdaka karya Mpu Tanakung. Kitab ini dibuat di masa kepemimpinan Raja Kameswara.
Kisah yang diusung dalam kitab tersebut adalah menceritakan seorang pemburu bernama Lubdaka. Dirinya melakukan perjamuan terhadap Dewa Syiwa.
Demikian sederet informasi berkaitan dengan karya sastra peninggalan Kerajaan Kediri. [ENF]