Konten dari Pengguna

5 Metode yang Digunakan dalam Melakukan Penelitian Sejarah

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. Foto: Pixabay

Ada 5 metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. Penelitian sejarah memiliki berbagai manfaat, baik secara intrinsik maupun ekstrinsik. Penelitian sejarah membantu untuk mengurutkan peristiwa bersejarah dan melestarikan data sejarah agar tidak hilang.

Berikut adalah manfaat dan metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah.

Manfaat Penelitian Sejarah

Ilustrasi metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Aplikasinya karya Nanny, dkk., manfaat penelitian sejarah adalah:

1. Manfaat intrinsik

  • Sejarah sebagai ilmu.

  • Sejarah membantu banyak orang mengetahui masa lalu atau peristiwa yang sudah terjadi.

  • Sejarah bersifat multi interpretasi, artinya setiap penulis sejarah bisa memberikan pendapat atau tafsiran yang berbeda pada sumber sejarah.

  • Sejarah menjadi suatu profesi, terutama bidang penelitian.

2. Manfaat ekstrinsik

  • Sejarah sebagai pendidikan moral.

  • Sejarah sebagai pendidikan penalaran.

Metode Penelitian Sejarah

Ilustrasi metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. Foto: Pixabay

Berdasarkan buku yang ditulis oleh The King Eduka berjudul Bestie Book Sejarah, penelitian sejarah dilakukan untuk memastikan suatu peristiwa sejarah. Berikut adalah beberapa metode dalam penelitian sejarah:

1. Mencari topik

Tujuan mencari topik adalah mengarahkan penelitian pada permasalahan yang ingin diketahui jawabannya.

2. Heuristik

Tahap mencari, menemukan, dan mengumpulkan sumber juga data yang relevan dengan topik penelitian untuk mengetahui beberapa peristiwa di masa lalu.

Pada tahap ini, biasanya para sejarawan akan mengunjungi situs budaya, wawancara pada pelaku atau saksi sejarah, dan mencari buku yang relevan.

3. Kritik (verifikasi)

Kritik adalah penilaian terhadap sumber-sumber sejarah yang telah berhasil dihimpun untuk memeriksa atau menguji kebenaran suatu laporan sejarah.

Kebenaran diuji dalam dua aspek, yaitu ekstern dan intern. Aspek ekstern membahas mengenai keaslian suatu sumber sejarah, seperti waktu pembuatan juga bahan dan materi.

Sedangkan, aspek intern membahas isi dari suatu sumber sejarah dan memastikan apakah isi dapat memberikan informasi yang akurat dan sesuai juga dapat dipercaya.

4. Interpretasi

Langkah penafsiran terhadap suatu peristiwa, fakta sejarah, dan serangkaian fakta dalam satu kesatuan yang bisa diterima oleh akal. Interpretasi sejarah dipastikan harus bersifat logis, deskriptif, dan selektif.

5. Historiografi

Tahap akhir dari metode penelitian sejarah adalah historiografi. Historiografi merupakan serangkaian kegiatan di mana sejarawan akan menulis kisah sejarah.

Tidak hanya menyusun dan merangkai fakta-fakta hasil penelitian, tetapi juga menyampaikan interpretasi pribadi berdasarkan fakta yang ada.

Historiografi yang baik akan menyajikan latar belakang, kronologi peristiwa, analisis sebab akibat, dan uraian mendalam mengenai hasil penelitian, dampak, serta kesimpulan. Hasilnya diharapkan dapat memberi pemahaman baru mengenai topik penelitian sejarah.

Demikian adalah penjelasan mengenai manfaat dan metode yang digunakan dalam melakukan penelitian sejarah. (SP)