Konten dari Pengguna

5 Mitos Burung Sriti Bersarang di Rumah dan Penjelasannya

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk mitos burung sriti bersarang di rumah. Foto: Unsplash/Anees Ur Rehman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk mitos burung sriti bersarang di rumah. Foto: Unsplash/Anees Ur Rehman

Masyarakat Nusantara mengenal banyak kepercayaan turun-temurun, termasuk mitos burung sriti bersarang di rumah. Fenomena ini sering dikaitkan dengan pertanda spiritual, rezeki, hingga keselamatan dalam keluarga.

Menurut laman fk.unpad.ac.id, burung sriti dikenal sebagai hewan yang membuat sarang di tempat sunyi. Kehadirannya di atap atau sudut rumah sering menimbulkan berbagai penafsiran, dari yang mistis hingga simbolis.

Dalam kepercayaan tradisional, perilaku hewan dianggap sebagai pertanda alam. Oleh karena itu, memahami makna di balik kehadiran burung sriti dapat memperkaya wawasan terhadap budaya dan kearifan lokal.

Mitos Burung Sriti Bersarang di Rumah

Ilustrasi untuk mitos burung sriti bersarang di rumah. Foto: Unsplash/Robin Teng

Berdasarkan cerita rakyat dalam buku “Pedoman Penyuluhan Sastra” (Kemendikbudristek, 2023:86–91) dan “Bahasa Indonesia” (Kemendikbud, 2014:21), berikut adalah mitos burung sriti bersarang di rumah:

1. Pertanda Perlindungan Gaib

Masyarakat Jawa percaya, burung sriti yang bersarang di rumah membawa perlindungan gaib. Keyakinan ini—salah satunya—berasal dari kisah Raden Sadana yang berubah wujud menjadi sriti demi menyelamatkan diri.

Selain itu, sriti juga hanya bersarang di tempat yang sejuk, aman, dan minim gangguan. Pola ini dianggap mencerminkan rumah yang bersih secara energi, seimbang secara spiritual, dan dijaga kekuatan tak terlihat atau gaib.

2. Membawa Rezeki dan Keberuntungan

Sriti kerap dikaitkan dengan datangnya rezeki. Dalam mitos Dewi Sri, Hyang Sadana—yang pernah berubah wujud menjadi sriti—berakhir dengan mengemban tugas kahyangan untuk memberi kekayaan pada manusia di bumi.

Selain itu, liur sriti juga dikenal bernilai tinggi dalam perdagangan. Faktor ini memperkuat anggapan bahwa rumah yang menjadi sarang burung sriti akan dilimpahi keberuntungan secara nyata dan berkah secara spiritual.

3. Pertanda Kehadiran Makhluk Halus

Di sejumlah wilayah, kehadiran burung sriti di rumah dihubungkan dengan makhluk halus. Banyak yang percaya bahwa sriti adalah pertanda keberadaan entitas gaib di sekitar lingkungan rumah dan memiliki kesan negatif.

Mitos ini berkaitan dengan banyak hal, di antaranya adalah cerita rakyat tentang sriti yang merupakan jelmaan Raden Sadana, serta kebiasaan burung ini melintas cepat tanpa suara—menimbulkan kesan misterius dan tak kasatmata.

4. Pertanda Peringatan atau Musibah

Dalam beberapa mitos burung sriti bersarang di rumah, sriti dipercaya sebagai pertanda musibah. Ada yang menyebut bahwa sriti menandakan kehadiran pencuri, akan hadirnya kemalangan terhadap penghuni, dan lainnya.

Keyakinan ini muncul dari perilaku sriti yang kadang tiba-tiba masuk rumah dan berputar gelisah. Secara ilmiah, ini terjadi akibat sriti terganggu oleh cahaya atau suara, namun secara budaya dimaknai sebagai peringatan alam.

5. Mendatangkan Kesialan Apabila Diusir

Mitos populer menyebut bahwa burung sriti yang bersarang di rumah tidak boleh diganggu, apalagi diusir. Tindakan itu dipercaya akan mendatangkan kesialan, bahkan bencana yang tak diduga-duga bagi penghuni rumah.

Kepercayaan ini muncul karena sriti dianggap sebagai utusan alam yang datang ke tempat yang aman dan bersih energinya. Mengusirnya sama dengan mengusir keberkahan atau merusak keharmonisan yang telah terbentuk.

Itulah deretan mitos burung sriti bersarang di rumah beserta penjelasannya. Semoga ulasan tersebut menginspirasi para pembaca untuk memahami burung bergenus Collocalia ini dari sisi budaya sekaligus sisi ilmiahnya. (NF)

Baca juga: Mitos Burung Merpati sebagai Simbol Kesetiaan dan Pertanda Gaib