Konten dari Pengguna
5 Mitos Gunung Semeru yang Membuat Pendaki Merinding
29 Juni 2025 22:39 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
5 Mitos Gunung Semeru yang Membuat Pendaki Merinding
Berikut adalah mitos Gunung Semeru yang membuat pendaki merinding. Sejarah dan Sosial
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mitos Gunung Semeru berkembang turun-temurun dan menambah kesan mistis Semeru sebagai gunung tertinggi di Jawa. Meskipun belum ada bukti ilmiah, cerita-cerita ini tetap hidup dalam budaya lisan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Masyarakat sering melakukan ritual untuk menghormati pemilik tanah dan dewa yang diyakini melindungi daerah tersebut. Belum lagi hal - hal lain yang terjadi di Gunung Semeru menjadi hal yang mencengangkan.
Mitos Gunung Semeru
Mitos Gunung Semeru selalu memikat perhatian para pendaki dan masyarakat lokal. Keyakinan akan kehadiran makhluk halus dan kisah mistis di lereng Semeru membuat banyak orang penasaran.
1. Penunggu Gunung Semeru
Setelah mitos Gunung Semeru mulai dipercaya secara luas, banyak pendaki percaya ada sosok penunggu bernama Mbah Minuk. Penunggu ini dipercaya menjaga keseimbangan alam dan muncul saat ada yang melanggar pantangan mendaki.
2. Api Abadi Kawah Jonggring Saloko
Legenda menyebut ada api abadi di dasar kawah Jonggring Saloko. Mitos Gunung Semeru ini dipercaya sebagai simbol kekuatan spiritual dan kesucian gunung. Api tersebut konon tak pernah padam meski area berair lembap, menambah aura mistis tempat ini.
ADVERTISEMENT
3. Batu Cinta Mahameru
Di jalur pendakian Mahameru terdapat batu besar yang disebut “Batu Cinta”.
Mitos menyebutkan bila sepasang pendaki gunung memegang batu ini bersama, hubungan mereka akan langgeng. Banyak pendaki mengambil foto di batu ini sebelum mencapai puncak.
4. Arwah Penjaga Rimba
Mitos Gunung Semeru juga mencakup arwah penjaga rimba di hutan lereng Semeru. Konon adalah roh-roh leluhur yang melindungi alam dan menegur pendaki yang merusak lingkungan. Ada cerita tentang tiba-tiba tersesat atau hujan lebat saat pendaki melanggar aturan.
Mengutip jurnal Comparison of Cultural Values in the Myths of Mount Semeru and Mount Kunlun oleh Alexandra, A. and Budianto, P. (2024), dijelaskan mitologi lokal dari Gunung Semeru.
Gunung Semeru dipercayai menjadi rumah bagi berbagai dewa dan roh, seperti yang dapat dilihat dalam cerita-cerita pertanian dan upacara adat yang melibatkan pemujaan terhadap gunung.
ADVERTISEMENT
5. Embun Pagi Berwujud Mantra
Ketika kabut dan embun pagi menyelimuti pos pendakian, pendaki mengatakan mendengar “mantra” lirih. Mitos Gunung Semeru ini memberi kesan bahwa Semeru adalah tempat sakral. Suara mistis di pagi berkabut dipercaya dari entitas halus yang menjaga gunung.
Cerita-cerita mitos Gunung Semeru ini menambah aura magis dan spiritual perjalanan mendaki. Bagi sebagian orang, mitos memberi kesan horor dan menguji nyali. Sementara yang lain merasa lebih waspada dan hormat selama berada di gunung.
Meskipun sekadar mitos, kisah-kisah ini mengandung pesan penting tentang penghormatan terhadap alam. Arwah penjaga rimba, larangan mengambil batu, dan ritual simbolis semua mengingatkan pada nilai konservasi.
Jika pendaki menghormati mitos, maka hubungan manusia dan alam menjadi seimbang. Keesokan hari setelah mendaki Semeru, banyak pendaki kembali terkesan mendalam.
ADVERTISEMENT
Pendaki menilai bahwa mitos Gunung Semeru bukan sekadar cerita horor, melainkan wujud penghormatan budaya dan alam. Semeru tetap berdiri megah, dihiasi kisah mistis yang membuatnya lebih dari sekadar gunung. (Has)

