Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
5 Mitos Wisata di Jogja yang Masih Diyakini hingga Kini
5 April 2025 13:19 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Jogja tidak hanya kaya akan budaya dan sejarah, tetapi juga memiliki berbagai mitos yang masih dipercaya hingga sekarang. Mitos wisata di Jogja masih diyakini hingga kini.
ADVERTISEMENT
Beberapa tempat wisata di Jogja menyimpan kisah mistis dan pantangan yang konon dapat membawa keberuntungan atau bahkan kesialan bagi pengunjungnya. Mitos-mitos ini menambah daya tarik pariwisata di Yogyakarta.
Mitos Wisata di Jogja yang Masih Diyakini
Yogyakarta memiliki beberapa destinasi wisata yang sarat akan mitos. Inilah deretan mitos wisata di Jogja yang masih diyakini hingga kini berdasarkan situs web injourney.
1. Pantai Parangtritis
Mitos pertama adalah Pantai Parangtritis. Mitos ini merupakan salah satu mitos yang terkenal di Jogja.
Pengunjung disarankan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau karena diyakini warna tersebut adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul dan dapat membawa petaka.
2. Alun-Alun Kidul
Mitos kedua adalah mitos yang berada di Alun-alun Kidul. Terdapat tradisi "Masangin" di mana seseorang berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Jika berhasil, dipercaya keinginannya akan terkabul.
ADVERTISEMENT
3. Candi Prambanan
Mitos ketiga adalah mitos yang terdapat di Candi Prambanan. Mitos menyebutkan bahwa pasangan yang mengunjungi candi ini bersama akan mengalami perpisahan, berkaitan dengan legenda Roro Jonggrang.
4. Goa Jepang
Mitos keempat adalah mitos mengenai Goa Jepang. Konon, goa peninggalan masa penjajahan Jepang ini dihuni oleh makhluk gaib, dan pengunjung sering melaporkan pengalaman mistis saat memasukinya.
5. Tugu Yogyakarta
Mitos yang kelima adalah Tugu Yogyakarta. Tugu Jogja, atau Tugu Pal Putih, bukan hanya simbol kota Yogyakarta, tetapi juga memiliki makna filosofis. Tugu ini dipercaya sebagai bagian dari garis imajiner yang menghubungkan Gunung Merapi, Keraton dan Parangtritis.
Masyarakat mempercayai bahwa seseorang yang berjalan mengikuti garis ini akan mendapatkan pencerahan spiritual. Ada pula mitos bahwa berfoto dengan pasangan di Tugu Jogja bisa membawa hubungan ke jenjang pernikahan karena lokasinya dianggap sakral.
ADVERTISEMENT
Mitos wisata di Jogja dituturkan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Adanya mitos ini menambah nilai-nilai kearifan lokal yang harus dijaga oleh generasi penerus. (Fia)