Konten dari Pengguna

5 Pantangan ke Rumah Duka yang Wajib Dihindari

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantangan ke Rumah Duka, Pexels/Pavel Danilyuk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantangan ke Rumah Duka, Pexels/Pavel Danilyuk

Pantangan ke rumah duka merupakan serangkaian aturan dan larangan yang sebaiknya dihindari ketika melayat orang meninggal. Memahami dan menghormatinya adalah wujud empati dan turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Setiap daerah dan budaya memiliki pantangan ke rumah duka yang berbeda-beda. Namun, tujuan utamanya adalah untuk menghormati mendiang keluarga dan menghindari perbuatan yang tidak sopan atau melanggar norma yang berlaku di masyarakat.

Pantangan ke Rumah Duka

Ilustrasi Pantangan ke Rumah Duka, Pexels/Pavel Danilyuk

Terdapat beberapa pantangan ke rumah duka yang umumnya ditemui di masyarakat. Mengutip laman muhammadiyah.or.id, Tiktok maymay_lie, berikut adalah berbagai pantangan yang wajib dihindari.

1. Berpakaian Tidak Sopan dan Berlebihan

Salah satu pantangan ke rumah duka yang paling mendasar adalah berpakaian tidak sopan dan berlebihan. Pakaian yang terlalu terbuka, mencolok, atau kasual dianggap tidak sesuai dengan suasana duka.

Hindari pakaian dengan motif yang ramai atau warna-warna cerah yang dapat menarik perhatian. Selain itu, perhatikan juga kebersihan dan kerapian pakaian yang dikenakan.

Hindari menggunakan aksesoris yang berlebihan atau perhiasan yang mencolok. Perhatikan juga cara bersolek agar tidak menor atau pemakaian parfum yang terlalu kuat baunya.

Berkunjung ke rumah duka atau disebut takziah adalah suasana berkabung dan bukan bersuka cita. Jadi sudah sepatutnya untuk menjunjung tinggi kesopanan.

2. Berisik

Ditinggalkan keluarga atau kerabat terdekat pastinya menimbulkan perasaan duka yang mendalam. Untuk itu, jangan berisik dan jagalah perilaku ketika datang ke rumah duka.

Tampakkanlah wajah duka dan ucapkan bela sungkawa secara tulus untuk menunjukkan empati dan rasa hormat kepada keluarga yang ditinggalkan.

Ucapkanlah bela sungkawa dengan diiringi doa, agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa.

3. Membicarakan Topik yang Sensitif

Orang yang sedang dalam suasana duka, biasanya tidak suka diajak berbicara lama-lama. Maka dari itu, ajaklah berbicara seperlunya saja.

Hindari topik pembicaraan yang sensitif atau yang dapat memicu kesedihan mereka. Jangan menanyakan penyebab kematian secara detail.

Fokuslah untuk menyampaikan bela sungkawa yang tulus dan dukungan moral. Kehadiran teman atau orang-orang terdekat dalam diam pun sudah sangat berarti bagi mereka yang ditinggalkan.

4. Mengumbar Senyum

Walaupun senyum adalah ibadah dan termasuk sedekah, tetapi dalam konteks ini sebaiknya tahan diri untuk tidak mengumbar senyum. Senyum bermakna kegembiraan dan sebaiknya tidak ditujukan pada pihak-pihak yang sedang berduka.

5. Hindari Memaksakan Diri Makan atau Minum

Jika tidak merasa nyaman atau lapar, jangan memaksakan diri untuk makan atau minum di rumah duka, karena ini dapat dianggap kurang menghargai suasana duka.

Mengetahui pantangan ke rumah duka adalah cerminan dari etika dan sopan santun kita sebagai anggota masyarakat.

Dengan memahaminya kita dapat menghindari perbuatan yang tidak pantas dan menunjukkan rasa hormat serta empati kepada keluarga yang sedang berduka. (BrenM)

Baca juga: Feng Shui yang Baik untuk Rumah agar Energi Positif Mengalir